Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Pendapatku. Show all posts
Showing posts with label Pendapatku. Show all posts

Tema Pendapatku Edisi Mei 2013

Written By Unknown on Monday, April 22, 2013 | 6:03 AM

AYO Bunda, berpartisipasi dalam sharing pengalaman lewat Rubrik Pendapatku. 
TEMA pendapatku edisi Mei 2013 terkait liburan yang sudah menjelang. Berbagi tips yuk bunda, bagaimana mencegah anak mabuk darat dan udara.Silakan kirim pengalaman dan pendapatnya lewat email: redaksi@sangbuahhati.com atau lewat facebook: Majalah Sangbuahhati.
 Tim SBH akan memilih 4 sampai 8 pendapat untuk dimuat di majalah dan satu pendapat yang dianggap terbaik. Pendapat terbaik dan yang sudah dimuat di majalah akan ditayangkan juga di website SBH. Bunda yang pendapatnya terbaik berhak berlangganan gratis SBH selama 6 edisi. Tidak perlu datang ke pickup point, Redaksi SBH akan mengirimkan langsung ke rumah bunda. 

Pemenang Pendapatku Edisi Maret 2013

Written By Unknown on Wednesday, March 27, 2013 | 8:56 AM

SELAMAT untuk bunda Evi Suherman Vivi di Bekasi, karena pendapatnya terpilih sebagai pendapat terbaik edisi Maret 2013. Bunda berhak berlangganan gratis Sang Buah Hati (SBH) selama enam bulan. Kami akan mengirimkan langsung ke rumah Bunda.



Hindari Kata Jangan
BIARKAN  anak explore apapun yang dia suka, kalau bisa hindari kata “JANGAN" (kecuali sudah menyerempet bahaya). Beri pujian setiap aktivitas yang berhasil dilakukan, apapun hasilnya. Berikan cinta dan kasih sayang yang tulus. Saya rasa ini kunci dasar untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. Anak yang percaya diri tentu dapat mengatasi rasa malunya dalam setiap situasi baru.

Jangan Mengolok-Ngolok Sifat Pemalu Anak

AYAH Bunda, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu mengatasi rasa malu pada anak-anak.
1. Sebaiknya orang tua tidak mengolok-olok atau membicarakan sifat pemalu anak di depannya, karena anak bisa merasa tidak diterima sebagaimana adanya.
2. Ketahui kesukaan dan potensi anak, lalu doronglah untuk berani melakukan hal tertentu, melalui hobi dan potensi diri. Misalnya, anak suka main mobil-mobilan, ketika di toko ia ingin mobil merah, sementara yang tersedia warna biru., maka, anak bisa didorong untuk mengatakan pada pelayan bahwa ia menginginkan warna merah,
3. Sebaiknya orangtua secara rutin mengajak anak berkunjung ke rumah teman, tetangga, kerabat, dan bermain di sana. Kunjungan sebaiknya dilakukan pada teman-teman yang berbeda. Selain secara rutin berkunjug, sebiknya juga mengundang anak-anak tetangga atau teman-teman sekolah untuk bermain di rumah
4. Jadilah contoh buat anak. Orangtua tidak hanya mendorong anak untuk percaya diri, tetapi juga menjadi model dari perilaku yang percaya diri. Anak biasanya mengamati dan belajar dari perilaku orangtuanya sendiri.
Bagaimanapun usaha yang dilakukan, sebaiknya orangtua tetap mendampingi dan tidak langsung melepas anaknya seorang diri.



Bertahap Mengajak Bertemu Orang
DULU waktu anak saya umur 1 tahun, sempat menjadi anak pemalu bahkan cenderung takut bertemu orang  baru. Lalu saya dan papanya sering mengajak bertemu dengan saudara dekat awalnya, setelah dia merasa nyaman, kami mulai mengajak bertemu saudara lainnya dan teman-teman kami yang mempunyai anak sebaya, sehingga dia bisa lebih berani bersosialisasi. Lalu saya juga sering mengajak ke taman dan tempat bermain anak-anak dengan tujuan membuatnya lebih percaya diri. Saat berusia 2 tahun, kami mulai memasukkan dia ke playgroup. Sekarang anak saya sudah tidak pemalu lagi dan mau menyapa dan bersikap ramah terhadap orang lain, bahkan orang yang baru dikenalnya.

Mengajak Aktif Berinteraksi
SUPAYA anak tidak pemalu? Mungkin seperti kasusku saja, dulu anakku Aleesya pemalu sekali. Disuruh salim tidak mau, ada saudara datang malah lari, kemudian aku mengajak dia berinteraksi aktif diluar rumah, misal kuajak dia makan sambil keliling perumahan.Habis mandi kuajak keluar dan bermain dengan teman sebaya. Aleesya juga sering kuajak belanja atau ke objek wisata yang ramai.Saat mau beli sesuatupun sengaja kusuruh dia yang bilang dan bayar. Hasilnya? Anakku sekarang tidak malu-malu lagi. Malah terkadang mengajak salaman orang dan gampang berkomunikasi , beradaptasi dengan orang baru



Orangtua Memberi Contoh
MENURUTKU peran orangtua berpengaruh juga. Orangtua yang aktif, yang ramah, gemar menyapa, murah senyum, pasti akan ditiru si anak. Caranya bisa dengan mengajak anak untuk bersosialisasi dengan dunia luar, bertemu dengan banyak orang, bermain dengan teman sebaya, menyapa orang, Semua itu memudahkan anak untuk mengenal dan bisa cepat akrab dengan orang yang baru dikenalnya, dengan syarat tetap diawasi orangtua.

Ajarkan Maaf, Permisi, Terimakasih
AGAR tidak pemalu, kami sering mengajak si kecil silaturahmi ke rumah saudara,mengajarkan salam, maaf, permisi, dan terima kasih. Saat berinteraksi.kami juga mengenalkan nama orang atau saudara yang kami datangi.Di rumah, Isya (2,5th) sering diajak ke berbagai acara seperti ke perkawinan, pengajian,dan ke playgroup agar punya teman sebaya. Alhmdulillah,sampai saat ini Isya tidak pemalu bahkan senang berinteraksi sosial

Anak Meniru Orangtua
ANAK akan selalu meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Orangtua memberi contoh bersikap ramah, suka menyapa, murah senyum, sopan santun, dan anak diajarkan agar bersosialisasi dengan teman sebaya atau di lingkunganya. Juga dimasukkan dalam playgroup agar berinteraksi dengan dunia. Sebenernya kalau mau mengajarkan anak harus dimulai dari kita sebagai orangtua.. Senyum nak, ayo kamu bisa.

 Perkuat Percaya Diri
MEMBANTU anak kita untuk membangun dan memperkuat rasa percaya diri agar tidak menjadi anak pemalu misalnya dengan cara:
1.Biasakan menatap mata anak kita saat sedang bicara agar dia seperti itu juga dengan orang lain, jadi percaya diri dan tidak malu..
2. Ajarkan cara berbicara dengan orang yang sudah dikenal atau belum dikenal. Sebagai orangtua perlihatkan kepada anak untuk aktif berbicara lebih dahulu kepada orang yang sudah dikenal atau belum, agar anak melihat dan belajar langsung dari keaktifan kita.
3.Ajak anak bersosialisasi di luar runah misalnya dalam  acara ulang tahun temannya atau anak teman kita..biarkan anak kita bermain dengan anak-anak lain. Ajak satu anak yang lebih muda dari anak kita untuk bermain atau berbicara dengan anak kita, karena biasanya yang lebih tua akan merasa lebih percaya diri untuk memulai berbicara.
4. Mengundang seorang anak teman kita yang belum dikenal oleh anak kita untuk bermain bersama. Cara ini dapat meningkatkan kemampuan berteman dan membangun kepercayaan sosial agar anak-anak kita tidak jadi pemalu. Kira-kira begitu deh.


Hindari Kata Jangan
BIARKAN  anak explore apapun yang dia suka, kalau bisa hindari kata “JANGAN" (kecuali sudah menyerempet bahaya). Beri pujian setiap aktivitas yang berhasil dilakukan, apapun hasilnya. Berikan cinta dan kasih sayang yang tulus. Saya rasa ini kunci dasar untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak. Anak yang percaya diri tentu dapat mengatasi rasa malunya dalam setiap situasi baru.

Ajak Ikuti Lomba
TIDAK mau diajak berjabat tangan atau lari ketika ada orang baru, bisa jadi balita kita pemalu dan penakut. Untuk mengatasi rasa malu, mungkin sederhana saja, sering-sering mengajak balita kita untuk bersosialisasi dengan kerabat, tetangga, teman-teman sebaya, tapi dalam konteks di bawah pengawasan orangtua.
Untuk mengatasi balita yang penakut, sebaiknya kita tidak menggunakan kata-kata, “Hayo nanti ada ini, Hayo nanti ada itu,”  Selain itu, sekali-kali ajak balita kita ikut evet/kontes balita secara on air dengan tujuan untuk melatih mental, bukan mencari juara..


Jangan Katakan: “Kamu Ini Jadi Anak Kok Pemalu Banget”
SEBAGAI orangtua hindari berkata "jangan" pada anak. Biarkan anak bereksplorasi sebanyak-banyaknya supaya tidak penasaran apapun yang ingin diketahuinya. Masukkan anak ke sekolah formal (TK) ataupun nonformal seperti sanggar, sekolah bola, les vokal sesuai hobinya.Sering-sering membawa anak bergaul dengan teman sebaya di luar rumah, dan perlu diingat., sebagai orangtua jangan sekali-kali berkata pada anak, "Kamu ini jadi anak kok pemalu banget.” Itu akan membuat anak semak

Pemenang Pendapatku Edisi Februari 2013

Written By Unknown on Wednesday, February 13, 2013 | 9:19 PM

SELAMAT untuk Bunda Nur Aini Maysyaroh, karena pendapatnya terpilih sebagai pendapat terbaik edisi Februari 2013. Bunda berhak berlangganan gratis Sang Buah Hati 6 edisi. Kami akan mengirimkan langsung ke rumah bunda.

Melatih Buah Hati Kerjakan Keperluannya Sendiri
UNTUK mengajarkan anak mandiri, sejak usia 11 bulan saya sudah melibatkan anak untuk mengerjakan keperluannya sendiri mulai dari hal kecil seperti ambil air minum yang sudah saya taruh di mag-mag di atas meja. Pun mengajarkan makan sendiri walaupun makannya jadi berantakan. Jika saya membereskan bajunya, maka saya selalu ajak anak untuk ikut membereskan sambil bermain. Dari situlah anak saya menjadi terdidik untuk mandiri. karena kebetulan umur 11 bln dia sudah bisa jalan. Jadi, sekarang saya merasa punya teman sekaligus anak deh.


Jangan Mengomel Jika Barang Berantakan
SEJAK kecil anakku sudah aku biasakan untuk mengerjakan sesuatu sendiri. Umur 9 bulan ajarkan dia utk makan sendiri, walaupun masih berantakan tapi itu sudah membiasakan agaimana cara makan sendiri. Ajarkan juga cara membereskan mainan, dimulai sejak bisa duduk dan mulai menyukai mainan dengan memasukkan dan mengeluarkan mainan dari tempatnya. Selesai bermain kita bersama-sama membereskan mainannya.. Bukan hanya itu, kita juga bisa mengajarkan anak cara memakai pakaian, atau hal lainnya.. Jangan mengomeli anak, apabila mainan atau barang-barangnya berantakan. 
Mandiri dan Melatih Percaya Diri
MEMBIARKAN si kecil melakukan apa yang dia suka, seperti makan sendiri tanpa harus takut makannya berantakan, membiasakan ambil minum sendiri tanpa harus takut tumpah, membuat anak lebih mandiri juga melatih kepercayaan dirinya..

Orangtua Memberi Contoh
DORONG anak melakukan hal-hal kecil sederhana secara tertur (misal menggosok gigi, cuci kaki/tangan, memakai baju, makan), beri pujian atau kalau perlu rewarduntuk anak. Beri kebebasan pada anak untuk menentukan pilihan (memilih baju,sepatu,tas dll). Kita sebagai orangtua harus memberikan contoh yang baik terkait kebiasaan di rumah, karena apa yang dilihat anak, itulah yang terekam dalam memorinya, sehingga anak akan mengikuti apa yang kita lakukan.

Mandiri Dipengaruhi Bakat
MENURUT saya mandiri itu adakalanya juga dipengaruhi bakat lahir deh. Kenapa demikian? Anak saya Rayhan 10 tahhun benar-benar tidak mandiri sama sekali walau sudah diajari dengan telaten dan sabar. Sampai sekarang masih minta disuapi, dimandikan, apalagi kalau sekolah pagi, baju saja dibukakan, mau mandi dimandikan.
Mungkin jugabkarena Rayhan lama jadi anak tunggal hingga dia manja. Lain halnya dengan adiknya Lovely 2 tahun 7 bulan. Semuanya selalu ingin dikerjakan sendiri, malah suka marah kalau dibantu. Mandi ingin sendiri, makan ingin sendiri, pakai baju ingin sendiri, hal apapun baik kecil maupun besar ingin dikerjakan sendiri. Lovely juga sangat rapi dan tidak suka berantakan. Karena itu saya pikir mungkin memang bakatnya masing-masing tentang hal kemandirian..
Meski demikian, entah karena capek diledekin atau melihat adiknya yang mandiri, Rayhan sedikit demi sedikit sudah mulai mandiri walau pun belum seperti yang diharapkan. Saya yakin lama kelamaan kemandiriannya akan tumbuh sendiri tanpa dipaksakan.

Tema Pendapatku Edisi Maret 2013

AYO Bunda, berpartisipasi dalam sharing pengalaman lewat Rubrik Pendapatku. Banyak orangtua yang mengeluhkan sulitnya mengajarkan kemandirian pada sang buah hati. Bagaimana dengan Bunda? Sharing pengalaman yuk. 

TEMA pendapatku edisi Maret 2013 akan membahas tentang “Bagaimana mengatasi anak supaya tidak pemalu?” Sharing yuk bunda, silakan kirim pengalaman dan pendapatnya lewat email: redaksi@sangbuahhati.com atau lewat facebook: Majalah Sangbuahhati.

 Tim SBH akan memilih 4 sampai 5 pendapat untuk dimuat di majalah dan satu pendapat yang dianggap terbaik. Pendapat terbaik dan yang sudah dimuat di majalah akan ditayangkan juga di website SBH. Bunda yang pendapatnya terbaik berhak berlangganan gratis SBH selama 6 edisi. Tidak perlu datang ke pickup point, redaksi SBH akan mengirimkan langsung ke rumah bunda. 

Tema Pendapatku Edisi Februari 2013

Written By Unknown on Thursday, January 17, 2013 | 2:59 AM

AYO Bunda, berpartisipasi dalam sharing pengalaman lewat Rubrik Pendapatku. Banyak orangtua yang mengeluhkan sulitnya mengajarkan kemandirian pada sang buah hati. Bagaimana dengan Bunda? Sharing pengalaman yuk. 

Tema yang diangkat untuk edisi Februari: Berbagi Pengalaman Bagaimana Mengajarkan Anak Agar Mandiri. Silakan kirim pendapat Bunda lewat facebook: majalah sangbuahhati atau dikirim melalui email di alamat: redaksi@sangbuahhati.com.

Tim SBH akan memilih 4 sampai 5 pendapat untuk dimuat di majalah dan satu pendapat yang dianggap terbaik. Pendapat terbaik dan yang sudah dimuat di majalah akan ditayangkan juga di website SBH. Bunda yang pendapatnya terbaik berhak berlangganan gratis SBH selama 6 edisi. Tidak perlu datang ke pickup point, redaksi SBH akan mengirimkan langsung ke rumah bunda.



Pemenang Pendapatku Edisi Januari 2013

Written By Unknown on Tuesday, January 15, 2013 | 11:27 PM


Selamat buat Bunda Mutia Sari, pendapatnya sudah terpilih menjadi pendapat terbaik, hingga berhak mendapatkan pengiriman langsung Free Magz Sang Buah Hati (SBH). Tunggu kedatangan SBH di rumah Bunda, dan semoga informasinya bisa memberi manfaat. 




Make a Wish Bersama
Merayakan Tahun Baru bersama keluarga besar, berkumpul di rumah mama bersama keponakan, om, tante, dan saudara-saudara lain sambil panggang ayam, ikan, jagung . Tepat pukul 12 kita tukar kado, tiup lilin, dan potong kue tart sambil make a wishbersama dengan harapan lebih baik dari tahun lalu. Dan untuk Majalah Sang Buah Hati harapan lebih baik dari tahun kemarin dan anakku bisa jadi model cover hahaha.



Tahun Baru & Ulang Tahun
Tahun Baru aku cuma kumpul bersama keluarga, bakar ayam dan jagung, terus jam12 bersama-sama ke jalan layang untuk melihat kembang api. Besoknya baru membuat nasi kuning merayakan ulang tahunku.



Momen yang Bikin Kangen
Merencanakan jauh-jauh hari untuk punya waktu bersama, acaranya sih sederhana hanya di rumah dengan masakan spesial dan seharian bermain dengan anak sampai capek. Tapi momen seperti ini selalu bikin kangen.


Kado Terindah
Natal dan Tahun Baru merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu..Puji Tuhan, tahun ini keluarga besar kami diberikan kado terindah, Baby. Rutinitas pada saat Natal, yaitu dengan pergi ke gereja dan setelah itu makan bersama. Untuk Tahun Baru, tepat pukul 12 kami berdoa bersama mengucap syukur untuk tahun yang telah dilalui dan tahun yang baru. Setelah itu saling mengucapkan Selamat Tahun Baru dan bermain kembang api. Acara bisanya ditutup dengan makan-makan. Kebersamaan seperti ini selalu kami lakukan setiap tahun.


Momen Spesial
Alhamdulillah, setiap Tahun Baru keluarga kami kumpul semua. Dari yang dekat sampai yang jauh menyempatkan datang. Biasanya kami mengadakan pesta kecil, bakar ikan laut dan pesta kembang api. Senang rasanya bisa berkumpul bersama keluarga besar. Dalam satu tahun kami berkumpul dua kali, di Hari raya Idul Fitri dan akhir tahun. Semoga saja di tahun-tahun berikut masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Kebersamaan selalu menjadi momen spesial buat keluarga besar kami.

Pemenang Edisi Desember 2012

Written By Unknown on Saturday, December 15, 2012 | 6:04 PM


Selamat buat Bunda Dessy, pendapatnya sudah terpilih menjadi pendapat terbaik, hingga berhak mendapatkan pengiriman langsung Free Magz Sang Buah Hati (SBH). Tunggu kedatangan SBH di rumah Bunda, dan semoga informasinya bisa memberi manfaat.
  








Ganti dengan Camilan Berat
Dessy Aryani Brata, JawaTengah*

MOOd anak memang sulit ditebak. Saya new momsempat pusing melihat my baby Sabine, 1 tahun terkadang suka makan, tetapi hari berikutnya tidak mau makan sama sekali.Baru melihat sendok saja sudah geleng-geleng. Tapi saya berprinsip, habis tidak habis, 30 menit selesai. Makanan terlalu lama juga tidak enak lagi rasanya.


Untunglah anak saya suka ngemil. Jadi kiatnya, saya buat camilan berat yang tinggi karbohidrat, kalori, dan vitamin. Misalnya roti bakar pisang keju, makaroni skotel daging, spageti,sup krim jagung isi ayam, ubi kukus siram sayur keju, dan lain-lain, plus memperbanyak buah. Alhamdullilah anak saya bisa makan lahap. Yang terpenting setiap hari saya memasak dan memberikan makanan utama sesuai jam yang sudah ditetapkan. Kalau sedang sulit makan, penggantinya ya camilan berat, supaya ‘baybay’ GMT.

--------------------------------------------------------------------------------------------



Dibarengi dengan Aktivitas Lain
Novinta Pahlani


BEBERAPA kiat saya mengatasi anak yang susah makan adalah:
    • Biasakan anak duduk di kursi makan/high chair. Tempat kursi makan bisa divariasikan/dipindah-pindah, bisa di ruang makan, ruang keluarga atau ruangan lain yang menghadap keluar agar anak tidak bosan. 
    • Beri makan anak sedikit demi sedikit tetapi sering dan batasi waktu makan hanya 15 menit. Habis tidak habis acara makan harus dihentikan agar anak tidak bosan dengan acara makan yang sama.  
    • Variasikan menu makanan anak tiap hari. Sumber kabohidrat bisa dari nasi, mie, spagheti, kentang dan roti agar anak tidak bosan dengan menu makanan itu-itu saja.

    • Ajak anak melakukan suatu kegiatan sambil makan seperti memainkan mainan, melihat buku gambar atau majalahsambil menulis atau mewarnai, dibacakan cerita, mendengarkan lagu yang berhubungan dengan makanan, dll. 
    • Cara terakhir dengan mengajaknya jalan-jalan atau bermain keluar rumah, tetapi ini sangat berisiko karena makanan bisa terkena debu. Hal ini bisa diantisipasi dengan cara menggunakan tempat makan yang ada tutup, membawa tisu basah dan cairan pembersih.


    --------------------------------------------------------------------------------------------


    Kreasikan Bentuk Makanan
    Carline - Batam


    WAKTU si kakak balita dulu, setiap kali susah makan triknya begini: ajak belanja biar dia bisa ikut memilih sayur buah dll di pasar/supermarket, kemudian diajak memasak dan makan bersama. Mungkin karena merasa ikut susah payah mengolah makanan, dia jadi makan dengan lahap :)Sayangnya, trik ini tidak mempan buat si adik yang sekarang umurnya 21 bulan. Jadi untuk sekarang ini, saya kerap membuat bento jika anak-anak mulai susah makan. Tampilan makanan yang lucu-lucu efektif loh untuk menggugah selera makan si kecil.

    --------------------------------------------------------------------------------------------

    Makan Bareng Adik
    Sara Maslina - Bekasi


    ANAK saya sejak umur 4 tahun sampai sekarang 6 tahun susah makan. Menelan makanan saja lama karena punya amandel dan dokter sudah menyarankan untuk dioperasi. Tetapi saya berpikir nanti saja setelah anak saya berusia 7 tahun.
    Untuk menyiasati agar tetap makan, saya berusaha menyediakan menu bervariasi dan tidak bosan-bosan menyuapi karena kalau makan sendiri pasti tersisa banyak. Cara lainnya, mengajak makan bersama adiknya yang berusia 2 tahun. Meski hanya 6-7 suap yang masuk, saya sudah senang. Yang penting ada nutrisi masuk, biar bisa berkonsentrasi dalam belajar. Sebagai tambahan, setiap pagi selalu saya siapkan segelas susu dan sebelum tidur disediakan camilan kesukaan dia.


    Perlukah PR untuk TK?

    Written By Unknown on Friday, November 9, 2012 | 7:51 AM

    TIM redaksi telah melempar pertanyaan di Fan Page Facebook Majalah Sangbuahhati guna meminta pendapat ayah dan bunda dengan tema “Play Grup dan TK, Perlukah mendapat pekerjaan rumah”. Berikut adalah pendapat terpilih yang kami tampilkan di rubrik Pendapatku Majalah Sang Buah Hati edisi Oktober 2012.


    Jika Dibebani PR Bisa Stres
    Fb : Qiffy Babycosme

    Tidak perlu kasih pekerjaan rumah (PR) untuk anak usia dini yg masih sekolah informal, baik play group maupun TK, karena prinsipnya mereka belajar dan mengambil ilmu baru sambil bermain. Jika dibebani dengan pemberian PR, bisa membuat anak stres, akhirnya malah mogok sekolah.

    Agar anak cepat membaca dan berhitung, itu tugas orangtua yang harus mendampingi anak. Misalnya dengan cara mengajak anak membuat mainan, membacakan dongeng, melatih mengenal huruf dengan suasana menyenangkan seperti tempelan lucu di dinding, dll. Jadi bukan mem-push anak untuk mengumpulkan PR.

    Untuk anak masuk SD saja tidak ada syarat utama harus bisa membaca, menulis, berhitung (calistung). Bahkan ada undang-undang yang melarang sekolah mengadakan tes calistung untuk siswa baru. Untuk melatih tanggung jawab dan disiplin, bisa dimulai dengan kegiatan sehari-hari seperti sebelum tidur biasakan BAK, sikat gigi dan baca doa. Setelah bangun tidur biasakan merapikan tempat tidur bersama, dll. Bila anak sudah terbiasa dengan aturan yang dibuat, insya allah anak akan bisa belajar disiplin.


    --------------------------------------

    PR Perlu untuk Melatih tanggung Jawab
    Fb : Sucie Wulan Sari

    Kalau menurut saya, sepertinya perlu ya, bunda, tapi jangan terlalu banyak biar anak kita tetap belajar walau tidak sedang di sekolah. Yang terpenting biar terlatih sejak usia dini, tentang rasa tanggung jawab.


    --------------------------------------

    Beri PR yang Mudah dan Fun
    Peggy Indah Permata (Tangerang)


    Menurut saya ada perlunya juga anak-anak diberi PR. Sebab, anak seumur mereka sedang cepat-cepatnya menghapal segala sesuatu. Tapi mungkin PR nya masih yang fun yaaa, seperti belajar sambil bermain, mengenal binatang atau mengenal warna, sehingga anak-anak juga tidak jenuh.

    --------------------------------------

    Play Group dan TK Lebih ke Bermain dan Bersosialisasi
    Liana Maverick (Bekasi)


    Play group dan TK tidak perlu mendapat PR. Kita kembali ke tujuan pendidikan play group dan TK, yaitu bermain bersama teman-temannya dalam suatu kelompok, bermain sambil belajar, belajar seraya bermain. Bermain adalah cara terbaik untuk mengembangkan potensi anak sebelum sekolah dasar. Bermain adalah cara alamiah bagi anak untuk mengenal lingkungan, orang lain dan dirinya sendiri.

    Kebutuhan anak untuk bermain dan bersosialisasi lebih penting dibandingkan dengan kemampuan skolastik pada usia dini. Ada saatnya di sekolah dasar nanti, anak setiap hari mendapat PR. Pada intinya, pendidikan di play group dan TK itu untuk membantu anak dalam pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, agar anak memiliki kesiapan untuk sekolah dasar. Juga untuk mengembangkan kepribadian dan potensi mereka, membantu dasar kemampuan anak ke arah perkembangan daya cipta.


    --------------------------------------

    Di edisi Desember 2012 Rubrik Pendapatku akan mengangkat tema "Berbagi pengalaman mengatasi anak yang susah makan". Silakan kirim pengalaman seputar tema tersebut. Kirim ke alamat email: redaksi@sangbuahhati.com atau lewat facebook majalah sangbuahhati.

    Anakku Tomboy, Baik atau Buruk?

    Written By Unknown on Sunday, October 7, 2012 | 2:39 AM

    Tim redaksi telah melempar pertanyaan di Fan Page Facebook Majalah Sangbuahhati guna meminta pendapat ayah dan bunda dengan tema “Anakku Tomboy, baik atau buruk?”. Berikut adalah pendapat terpilih yang kami tampilkan di rubrik Pendapatku Majalah Sang Buah Hati edisi Oktober 2012.


    Tomboy itu Hanya Sebuah Julukan
    Elizabeth Maria Flohr - Bekasi


    SAYA rasa tomboy tidaklah buruk. Ada yang berangapan kalau tomboy itu adalah sifat yang tidak wajar bagi seorang wanita, karena wanita seharusnya memiliki sifat yang lemah lembut.

    Tapi semua kembali pada dasar nilai kehidupan. Setiap individu itu memiliki persepsi masing-masing. Biasanya wanita haruslah memiliki karakteristik yang wajar dan selayaknya seorang perempuan yang seutuhnya, yaitu memiliki sifat shaleha dan berbudi pekerti baik.

    Munculnya sifat tomboy biasanya di akibatkan dari pergaulan yang ada pada sekelilingnya dan faktor inilah yang biasanya menyebabkan perubahan signifikan pada anak-anak maupun orang yang telah dewasa sekalipun.

    Begitupun dengan cewek tomboy. Meskipun dia memiliki sifat seperti cowok, yang namanya cewek pasti memiliki hati yang lembut dan gampang luluh, bahkan meneteskan air mata. Mau dia tomboy kek, buat saya sih sama saja. Toh nanti pada saat mereka telah menikah ujung-ujungnya mereka pasti akan menjadi k seorang ibu yang harus memiliki sifat lembut dalam merawat dan membesarkan anak. Tomboy hanyalah sebuah julukan, bukan gender ataupun pengubah jati diri seseorang.


    -----------------------------------------------------

    Jangan Melihat Orang hanya dari Tampilan

    May Gusri - Jakarta Selatan


    MENURUT saya, kalau tomboy untuk kemandirian dan tidak cengeng, tidak melebihi batas, masih sopan dan tidak menyalahi kodrat, itu baik-baik saja. Tapi kalau tomboy menyalahi kodrat, tidak lagi merasa dirinya perempuan, berpenampilan urakan, itu memang buruk.

    Karena saya sendiri tomboy, saya rasakan ada juga manfaatnya. Saya bisa mengerjakan hal-hal yang berbau'laki-laki seperti melihat genteng bocor atau mengajar anak laki-laki saya mengerjakan hal-hal yANg berbau 'cowok'. Tapi meski tomboy, saya bisa memasak dan bebenah rumah. Meski tidak berjalan feminim dan tidak punya rok , yang penting tidak menyalahi kodrat. 'Dont see sameone by the cover'.


    -----------------------------------------------------

    Berpikir Positif

    Indah Resti - Kalimantan


    MELIHAT perilaku buah hati saya semenjak mengenal lingkungan luar dan mulai bersosialisasi, memang cenderung terlihat tomboy. Untuk anak perempuan pada umumnya, tomboy itu cenderung memperlihatkan sikap yang hampir sama seperti anak laki-laki, baik dari segi Kesukaan, minat, cara berpenampilan, dll.

    Awalnya saya khawatir, takut nanti berdampak pada kejiwaan serta emosionalnya saat dewasa. Tetapi saya berfikir positif. Perilaku tomboy pada anak perempuan itu tidaklah BURUK dan bukan berarti juga BAIK. Bisa saja sikap Tomboy itu ada karena pengaruh sosialisasi dan pola asuh dari kita sebagai orang tua. Tinggal kita yang harus bisa mem balance perilaku anak perempuan yang tomboy itu ke perilaku dan sikap yang semestinya.

    Dan selamat kepada Bunda Indah Resti yang pendapatnya terpilih sebagai pendapat terbaik dan berhak mendapatkan hadiah Gratis berlangganan Majalah Sang Buah Hati selama 6 edisi.

    Di edisi berikutnya Rubrik Pendapatku akan membahas tentang “Play Grup dan TK, Perlukah mendapat pekerjaan rumah” Silakan kirim pengalaman atau pun pendapat seputar tema tersebut. Kirim ke alamat email: redaksi@sangbuahhati.com atau lewat facebook majalah sangbuahhati.

    Pertanyaan Sang Buah Hati yang Terkadang Mengejutkan

    Written By Unknown on Tuesday, September 11, 2012 | 9:57 AM

    Tim redaksi telah melempar pertanyaan di Fan Page Facebook Majalah Sangbuahhati guna meminta pendapat ayah dan bunda mengenai pertanyaan dari sang buah hati yang kerap membuat kita terkejut. Menurut Ayah / Bunda, pertanyaan seperti apa yang paling tidak terduga dari sang buah hati? Dan apa jawaban dari Ayah / Bunda? Berikut adalah pendapat terpilih yang kami tampilkan di rubrik Pendapatku Majalah Sang Buah Hati edisi September 2012. Tuhan Itu Jahat Ya?Tina PamelaSUATU hari anak saya yg berusia 4 tahun bertanya, "Ma,kenapa sih kalau orang sudah tua pasti meninggal dan dikubur.Tuhan itu jahat ya mah, kok nenek aku diambilnya?" Waduh, sebetulnya saya saya binggung menjawabnya, tapi saya jelaskan juga bahwa kematian itu pasti terjadi pada siapa saja, bukan hanya pada orang tua. Saya juga coba jelaskan bahwa Tuhan itu baik. Meski kelihatannya anak saya hanya sedikit mengerti, tapi dia terlihat cukup puas mendengar jawaban yang saya berikan.
     -----------------------------  

    Sebelum Saya Lahir, Mama Papa Ngapain? 
     Jani Silfiningrum
     
    Theo anak saya pernah bertanya pada kami, "Ma, Pa, sebelum saya lahir mama sama papa ngapain?" Weitss, kami bener-benar terkejut. Lalu kami berdua kompak menjawab, "Berdoa.” 






    Dede Keluar dari Mana? 
    Lilis Rumiyati
    Anak saya Arella , 4 tahun, suka sekali bertanya, hingga terkadang kami sebagai orangtua kewalahan menjawabnya. Satu pertanyaan, biasanya akan disambung dengan pertanyaan-pertanyaan lain. 
    Sulitnya, sebagai orang tua saya harus bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan tingkat usia mereka, tanpa harus berbohong dan mematikan kreativitas berpikir anak. 
    Suatu hari, ketika saya sedang hamil anak kedua, muncul pertanyaan tidak terduga dari Arella. Dia sudah cukup tahu kalau ada adiknya di dalam perut saya yg besar. Kala itu Arella bertanya, "Ma, kenapa sih ada dede di dalam perut mama? 
    Setelah berpikir keras, karena tidak mungkin saya menjelaskan tentang pembuahan antara sel sperma & telur, saya menjawab, "Karena dede masih sangat kecil, jadi harus ada di dalam perut mama, supaya dede selalu terlindungi dan bisa tumbuh besar dan kuat sampai nantinya bisa keluar.” Penjelasan itu memunculkan pertanyaan lainnya. " 
    Terus nanti kalau sudah besar, bagaimana dede keluar dari perut mama? Haduh..makin pusing. Tapi demi memuaskan putri tercinta, jawaban yang terlintas saat itu, "Sama seperti kamu ketika keluar dari rumah, kan lewat pintu, atau semut yang keluar dari rumahnya lewat lubang." 
    Belum puas, Arella bertanya lagi, "Memangnya perut mama ada lubang besar yang muat buat dede?" Saya jawab, “Nanti dokter bantu mama untuk buatin pintu/lubang untuk dede kalau sudah siap keluar.” Barulah Arella puas. Ah…anakku Arella memang suka sekali bertanya. 

    Tuhan Itu Laki-Laki atau Perempuan? 
     Nurul Hidayah 
     
    Haidar, 3,5 tahun, suka sekali bertanya dan tidak akan pernah berhenti jika jawabannya kurang memuaskan. Dia sampai disebut talk aktif oleh guru-gurunya di Nursery. 
    Pertanyaan yang abstrak seperti, apa itu Tuhan, hantu, malaikat, surga, cukup memusingkan saya. Beberapa waktu lalu, ketika saya bercerita kalau anak atau orang baik disayang Tuhan, dia bertanya "Tuhan itu siapa? laki-laki apa perempuan? Di mana rumahnya? Bagus atau tidak rumahnya? Dan masih banyak lagi. 
    Ketika cerita saya lanjutkan dengan anak baik masuk surga, dia bertanya lagi, "Surga seperti apa? Di mana?" Saya jawab, semua mainan yang bagus ada di surga, surga ada di langit dan hanya untuk orang baik. Dia lantas mencium saya dan bilang kalau dia anak baik, dan mau ke surga naik pesawat. Tapi kemudian dia menambahkan, "Eh, nanti sore saja ke surganya, aku mau nunggu ayah pulang kerja, mau ajak ayah ke surga." 

    Dan selamat kepada Bunda Nurul Hidayah yang pendapatnya terpilih untuk mendapatkan hadiah berlangganan Majalah Sang Buah Hati selama 6 edisi. 

    Di edisi berikutnya Rubrik Pendapatku akan membahas tentang “Anakku Tomboy, baik atau buruk?” Silakan kirim pengalaman atau pun pendapat seputar tema tersebut. Kirim ke alamat email: redaksi@buahhati.com atau lewat facebook majalah sangbuahhati.
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Belajar di Mall - All Rights Reserved
    Template Modify by Creating Website
    Proudly powered by Blogger