Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Sehat. Show all posts
Showing posts with label Sehat. Show all posts

Kenali Jenis & Gejala Dehidrasi

Written By Unknown on Monday, April 22, 2013 | 6:25 AM

TERKADANG karena kesibukan kerja, kita lupa untuk memperhatikan asupan air ke dalam tubuh. Anak-anak pun kerap lupa, apalagi jika sudah asyik bermain di dalam ruang ber ac, atau sedang berenang. Berikut beberapa peran air di dalam tubuh, dan gejala dehidrasi yang wajib diperhatikan.



Peran Air dalam Tubuh
  • Pelarut
  • Katalisator
  • Pelumas
  • Pengatur suhu tubuh
  • Penyedia mineral dan elektrolit
  • Membentuk sel-sel tubuh baru, memelihara dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak
  • Melarutkan dan membawa nutrisi, oksigen dan hormone ke seluruh tubuh
  • Melarutkan dan mengeluarkan zat-zat sampah dalam tubuh
Jenis dan Gejala Dehidrasi
1.       Dehidrasi Ringan
Gejala: mulut dan bibir kering serta lengket, tenggorokan kering, sakit kepala.
2.       Dehidrasi sedang
Gejala: mengantuk, pusing, otot lemah, mata kering, haus, urin sedikit dan mulai berwarna kuning tua, silau melihat sinar.
3.       Dehidrasi Berat
Gejala: urine kuning gelap sampai oranye tua, kram otot, kondisi fisik sangat lemah, lidah bengkak, nadi cepat, elastisitas hilang, mata cekung, menggigil, penurunan fungsi ginjal, kulit kering, pingsan.

Dampak Dehidrasi
1.      Kulit kering
2.      Metabolisme tubuh menurun
3.      Mood memburuk
4.      Lelah dan nyeri sendi
5.      Tekanan darah meningkat (tinggi)

Kurang Asupan Air Bisa Sebabkan Obesitas

KURANG asupan air ternyata bisa memacu obesitas, penurunan daya ingat, kemampuan kognitif, kewaspadaan, menjadi cepat lelah, bahkan bisa memunculkan ketegangan,  dan rasa cemas.

Apa hubungannya asupan air dan obesitas? Kurang air di dalam tubuh ternyata erat kaitannya dengan obesitas. Pasalnya, air berperan besar memperlancar metabolism tubuh. Air berfungsi sebagai bahan bakar untuk proses pembakaran kalori dari makanan yang kita konsumsi. Penelitian menyebutkan, konsumsi air yang cukup berperan menurunkan risiko obesitas hingga 30%.

Bukan hanya itu, air juga membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Semakin banyak racun yang tertumpuk, maka semakin sulit berat badan diturunkan. Pencernaan yang tidak lancar juga akan menghambat penyerapan nutrisi. Akibatnya, tubuh akan memberi tanda lapar. 

Asupan air juga akan mempengaruhi fungsi hati atau lever yang mengatur pelepasan lemak tubuh. Jika tubuh kekurangan air, maka hati cenderung menimbun lemak.

Obesitas hanyalah satu dampak dari kurangnya asupan air ke dalam tubuh. Riset yang sudah dipublikasikan di The Journal of Nutrition menyebutkan, selain mempengaruhi kerja fisik, kekurangan air juga mempengaruhi moodseseorang.

Penelitian terhadap 51 pria dan wanita sehat selama tiga bulan menunjukkan, dehidrasi pada pria menyebabkan penurunan daya ingat dan kewaspadaan. Sementara pada wanita, menyebabkan penurunan kemampuah kognitif,  kelelahan, ketegangan, dan rasa cemas.

Pada anak, dehidrasi ringan kurang lebih ditandai dengan gejala yang sama. Sulit konsentrasi, mood terganggu, cepat lelah, dan berbagai gejala fisik lainnya.  Pada orang dewasa, dehidrasi  juga terbukti meningkatkan tekanan darah dan mengganggu kerja seluruh organ tubuh. Jika tidak segera ditangani, bisa menyebabkan pingsan bahkan kematian.

Kebutuhan Air

Foto: fitsystemsatx.com

Begitu besar peran air di dalam tubuh manusia, tidak mengherankan jika air dalam konsep tumpeng gizi seimbang yang  direkomendasikan pada ahli gizi, mendapat porsi terbesar. Masalahnya, berapa banyak air yang dibutuhkan tubuh? Ahli Gizi dari Jogjakarta Andi Imam Arundhana SGz menjelaskan, air merupakan komponen terbesar di dalam tubuh. Sekitar 80% tubuh manusia mengandung air, 60% pada orang dewasa, dan 50% pada lansia.

 

Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh. Andi menjelaskan, angka kecukupan yang direkomendasikan adalah 2.200 ml/hari untuk laki-laki dewasa, 2.000 ml/hari untuk wanita dewasa, 1.600 ml untuk anak usia 4-8 tahun dan 1.900-2.000 ml/hari untuk anak usia 9-13 tahun.  

Air yang diminum, jelas Andi, tidak mesti air putih. Minuman seperti teh, susu, kopi, dan air yang terkanding dalam buah-buahan juga dihitung sebagai asupan. Hanya saja, air putihlah yang dianggap terbaik, karena mudah diserap tubuh. “Karena itu, orang yang sering mengonsumsi pil, tablet, obat, dan multivitamin, sangat dianjurkan memperbanyak minum air putih, agar bahan kimia yang terkandung dalam obat/multivitamin dapat ikut larut dan keluar bersama air seni. Jika tidak, maka risiko terkena batu ginjal akan lebih tinggi,” papar Andi.

Kekurangan asupan air memang berbahaya. Namun, Andi mengingatkan agar jangan lantas minum air putih berlebihan. Asupan air yang melebihi batas normal pun tidak baik, karena berisiko menyebabkan pembengkakan jantung dan otak. 

Nah bunda, yuuk mulai perhatikan asupan air di dalam keluarga. Biasakan juga buah hati minum air putih. Ketika diare dan flu, jangan lupa untuk menambah porsi asupan. 

Lupakan 4 Sehat 5 Sempurna!

Written By Unknown on Monday, April 1, 2013 | 11:06 PM


KONSEP empat sehat lima sempurna tidak lagi berlaku. Seiring kemajuan ilmu gizi, kini para ahli gizi berpedoman pada Tumpeng Gizi Seimbang.

Untuk mengetahui mengapa konsep 4 Sehat 5 Sempurna tidak lagi relevan dan apa keistimewaan Tumpeng Gizi Seimbang, SBH melakukan wawancara dengan Ahli Gizi Profesor Soekirman SKM MPS-ID PhD. Berikut kutipan wawancaranya.

Mengapa Konsep 4 Sehat 5 Sempurna tidak lagi relevan?
Slogan itu sebelumnya telah dikenal di Amerika. Mereka menyebutnya dengan Basic Four.  Diciptakan pada 1940-an, bertujuan mencegah pola makan orang Amerika yang cenderung banyak lemak, tinggi gula, dan kurang serat. Nah konsep ini kemudian diterapkan di Indonesia, namun sekarang dianggap kurang sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi.
Sejakl 25 Januari 2011, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan Kementerian Kesehatan RI, secara resmi mengumumkan bahwa slogan Empat Sehat Lima Sempurna sudah tidak cocok lagi, sehingga diganti dengan Nutition Guide for Balance Diet atau disingkat PGS.

Apakah PGS ini yang kemudian dikenal dengan Konsep Tumpeng Gizi Seimbang?
Visualisasi PGS di setiap negara divisualisasikan sesuai dengan kebudayaan masing-masing. Di Indonesia divisualisasikan dengan tumpeng, karenan itu sering disebut dengan TGS atau Tumpeng Gizi Seimbang. Di Prancis pedoman gizi seimbang digambarkan dengan bentuk pizza, dii Thailand divisualisasikan ke bentuk bendera, dan di China mengambil symbol pagoda dengan tumpukan rantang.

Sejak usia berapa Konsep TGS bisa diterapkan?
Peraturan setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia berlaku sejak anak dilahirkan, dengan memasukkan pemberian ASI eksklusif sebagai bagian dari gizi seimbang. Di Amerika, berlaku sejak anak berusia dua tahun.

Apa tujuan dari penyusunan TGS?
Tujuannta membantu setiap orang memilih makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat, sesuai dengan berbagai kebutuhan menurut usia (bayi, balita, remaja, dewasa dan usia lanjut), dan sesuai keadaan kesehatan (hamil, menyusui, aktivitas fisik, sakit).

Apa kelebihan Konsep TGS dengan konsep sebelumnya?
Nutrition Guide for Balance Diet (PGS) atau TGS tidak hanya mencakup asupan makanan, tetapi juga gaya hidup. Ada empat prinsip utama yang dianut, pertama adalah variasi makanan, kedua pentingnya pola hidup bersih seperti menyajikan makanan dalam keadaan tertutup dan mencuci tangan sebelum makan, ketiga pola hidup aktif dan olahraga, terkahir memantau berat badan ideal. Jadi, hal-hal yang selama ini tidak diperhitungkan, sekarang masuk dalam susunan yang membentuk kesehatan manusia.
Selain itu, penerapan PGS juga disesuaikan dengan golongan usia, jenis kelamin, kesehatan, dan aktivitas fisik. Konsep ini sangat berbeda dengan 4 Sehat 5 Sempurna yang menyamaratakan proporsi gizi setiap orang.
  
Saya lihat, air putih masuk dalam  TGS?
Benar, air putih kini dipandang sebagai zat gizi esensial yang wajib terpenuhi dan menempati posisi terbesar dalam asupan gizi. Air berperan penting dalam proses metabolism tubuh. Sebaik apapun pola makan kita, jika tubuh kekurangan air, metabolisme akan terganggu.

Unsur apalagi yang perlu diketahui berkaitan dengan TGS?
Jika susu selama ini dianggap oleh awan dan pemerintah sebagai makanan penyempurna dan kemudian menjadi jawaban atas masalah gizi, sebenernya tidak mutlak benar. Sebab susu sebagai sumber protein hewani juga terdapat pada telur, daging, dan ikan. Bahkan dari kualitas protein, susu kalah dibandingkan dengan telur.

Penggambaran kebutuhan gizi lewat simbol tumpeng, apakah sudah benar?
Ilmu pengetahuan terus berkembang. Dr Walter Willet, ilmuwan dari Harvard School of Public Health mengatakan bahwa kebutuhan gizi dengan simbol piramida (tumpeng) masih rentan disalah pahami.
Penggolongan komponen makanan yang hanya berdasarkan pada proporsi akan menimbulkan anggapan bahwa semua jenis karbohidrat, protein, dan produk susu itu baik, sehingga cenderung dikonsumsi berlebihan. Sebaliknya, semua jenis lemak dan minyak akan dikira jahat sehingga harus dihindari. Padahal, minyak, gula dan garam yang menempati puncak tumpeng dalam potongan yang sangat kecil berarti dianjurkan dikonsumsi seperlunya saja, tidak boleh berlebihan.

Berarti makna dari TGS masih perlu terus disosialisasikan?
Benar. Banyak pengetahuan tentang gizi di TGS yang perlu diketahui masyarakat. Misalnya, kami menganjurkan adanya pemisahan karbohidrat kompleks dan sederhana.  Karbohidrat sederhana seperti nasi, mi, roti, dan sejenisnya, dengan cepat akan melonjakkan kadar gula dalam darah dan mengakibatkan meroketnya insulin.
Perlu pula diketahui, tidak semua makanan sumber protein layak dikonsumsi setiap hari. Sebagai contoh, daging merah memang kaya protein, namun juga mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi sehingga harus dibatasi. Sumber protein lain seperti ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-bijian justru lebih baik dan bisa dikonsumsi lebih sering.
Lemak bersifat jenuh yang terdapat dalam minyak goreng, mentega, dan margarin, tidak baik terlalu baik dikonsumsi. Namu,  lemak yang berasal dari biji-bijian seperti kemiri, kacang mete, alpukat, serta minyak zaitun, sejauh tidak digoreng merupakan sumber lemak yang bagus. Hal-hal seperti ini juga perlu terus disosialisasikan pada masyarakat.



Merawat Bayi Prematur di Rumah

Written By Unknown on Wednesday, March 27, 2013 | 9:54 PM

BAYI yang lahir prematur memang memerlukan perawatan khusus. Perawatan apa yang harus dilakukan di rumah setelah keluar dari rumah sakit?
Metode Kanguru wajib diketahui ayah bunda agar buah hati yang lahir prematur bisa tetap sehat. Metode Kanguru  ditemukan pada 1978 oleh Dr Edgar Rey Sanabria di Bogota, Kolombia. Metode murah ini memanfaatkan tubuh Ibu untuk menstabilkan suhu bayi.
  1. Bayi diletakkan di antara payudara ibu di dalam baju, gaun panjang dengan ikat pinggang atau selimut yang berfungsi seperti kantong kanguru.
  2. Bila ibu berbaring, posisi bayi tengkurap miring, mendekap ibu, kepala miring ke kiri atau kanan. Pada posisi ibu miring kepala bayi miring sesuai dengan arah miring ibu, lalu keduanya diselimuti secara penuh kecuali bagian kepala.
  3. Sebelum bayi dimasukkan ke dalam baju kanguru, bayi harus diberi tutup kepala/topi dan popok.
  4. Bayi dimasukkan dalam keadaan telanjang ke dalam baju kanguru. Bagian bawah baju diikat dengan simpul hidup.
  5. Bayi dijaga terus menerus pada posisi yang sama oleh ibu atau ayah atau anggota keluarga yang lain.
Selain Metode Kanguru, ayah bunda wajib mengetahui panduan yang diberikan Ikatan Dokter Anak Indonesia.


1.       Ruangan yang paling aman dalam kisaran 36,5º-37,5ºC. 

2.       Sebaiknya ibu sering melakukan perawatan dengan Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (lihat penjelasan di box). 

3.       Mandikan bayi pagi dan sore. Khusus pagi hari, jangan lupa menjemurnya di bawah sinar matahari yang belum terik, idealnya sebelum pukul 09.00. 

4.  Letakkanlah alat-alat bantu untuk mengecek kesehatan bayi di dekat jangkauan. Misalnya thermometer, atau juga alat bantu lain seperti pipet dan air bersih. 

5.       Kenakanlah baju yang nyaman sekaligus cukup untuk menjaga suhu bayi tetap normal. Lengkapi dengan topi, kaus kaki, kaus tangan dan selimut bayi. Terlebih jika ingin dibawa bepergian. 

6.       Ibu harus mengonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup untuk menjaga kualitas ASI. 

7.       Jika bayi diberi obat untuk dikonsumsi seperti zat besi dan asam folot, patuhilah dan lanjutkan pemberiannya di rumah, jika sulit, gunakanlah pipet. 

8.       Jangan khawatir bila bayi prematur lebih banyak tidur dibandingkan bayi normal. Sebab, bayi prematur membutuhkan waktu lebih lama untuk metabolisme tubuhnya. 

9.       Lakukan kontrol secara berkala sesuai anjuran dokter, idealnya sepekan sekali. 

10.   Bayi bisa kehilangan banyak energi jika dipegang mendadak, secara kasar dan membuatnya kaget. 

11.   Catat nomor telepon klinik, dokter atau rumah sakit terdekat untuk bantuan secepatnya.
** Disarikan berdasarkan Standar Pelayanan Medis (SPM) Ilmu Kesehatan Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tahun 2000

PMS dan Gangguan Mental

Written By Unknown on Saturday, March 2, 2013 | 10:33 AM

PMS bisa menyebabkan gangguan mental, mulai dari yang ringan (senstif, cepat marah, sedih, stres, insomnia) hingga yang berat seperti depresi. Apa yang harus dilakukan?

PSIKIATER dari Unika Atma Jaya Dharmady Agus, mengatakan gangguan mental selama Pre Menstruasi Syndrome (PMS) dalam istilah kedokteran disebut  Premenstrual Dysphoric Disorder atau biasa disingkat PDD.

Berbagai penelitian menunjukkan cukup banyak perempuan yang mengalami gangguan PDD. Penekanannya lebih pada psikis, di mana terjadi perubahan emosi, mulai dari yang ringan hingga berat. Mulai dari perasaan cepat marah, menjadi sangat sensitif, mudah sedih, perasaan tidak diinginkan, rasa sunyi, hingga keinginan menyakiti diri sendiri, orang lain, juga bunuh diri.

Karena itu, pengertian dan dukungan keluarga sangat diperlukan. Semakin berat PDD yang diderita, maka sudah pasti semakin membutuhkan pertolongan. Di luar negeri, kesadaran untuk mencari pertolongan sudah cukup tinggi. Karena itu, ada terapi kelompok. Terapi ini terbukti efektif, karena masing-masing penderita PDD bisa saling menguatkan dan melakukan kontrol. Mereka juga bisa melakukan antisipasi karena lebih mengenal gejala-gejalanya.

Di Indonesia, kesadaran seperti itu masih sangat kecil. Biasanya dianggap sebagai gejala umum, abaikan saja, toh bisa sembuh sendiri setelah masa itu lewat. Padahal, PDD jelas akan memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Bisa memengaruhi produktivitas dan menurunkan kualitas hidup.

Foto: healthtap.com

Apa saja gejala PDD?  Dharmady.menyebutkan sbb:
1. Depresi, rasa putus asa, pikiran-pikiran yang mencela diri sendiri.
2. Tegang, gelisah, kadang-kadang justru muncul perasaan yang sangat gembira.
3. Labilitas afek yang jelas (perasaan tiba-tiba sedih, menangis, sangat sensitif terhadap penolakan).
4. Perasaan marah yang menetap, iritabilitas, dan peningkatan konflik interpersonal.
5. Penurunan minat dalam aktivitas sehari-hari (sekolah, pekerjaan, teman, dan hobi).
6. Secara subyektif merasa sulit berkonsentrasi.
7. Letargi, mudah lelah, kurang energi yang jelas.
8. Perubahan nafsu makan (meningkat atau menurun).
9. Insomnia atau hipersomnia.
10.Secara subyektif merasa gembira berlebihan.
11.Gejala-gejala fisik lain, seperti: sakit kepala, nyeri sendi atau otot, payudara membengkak, dan berat badan meningkat.

Apa penyebab PDD? Berbagai teori telah diajukan untuk menerangkan PDD. Banyaknya faktor yang diduga memengaruhi munculnya gejala PDD:

1. Psikososial
Menurut teori psikoanalisis, gejala-gejala PDD merupakan manifestasi dari konflik peran sebagai wanita. Haid diartikan sebagai suatu stimulus yang mengancam konflik yang telah direpresi. Secara tidak sadar, penderita PDD menggunakan fungsi haidnya untuk menyatakan ketegangan sebagai akibat situasi lingkungan yang menekan, kesukaran dalam hubungan antarpribadi, atau oleh sikapnya sendiri terhadap kewanitaannya.
Hasil penelitian di Malang menunjukkan, penderita PDD merupakan orang yang suka merengek, suka mengeluh, mudah marah, feminin, pasif, keterpaksaan untuk menerima tugas-tugas yang berat karena tak kuasa atau berani menolak.

2. Genetik
Sekitar 70% anak wanita dengan ibu penderita PDD juga menderita PDD. Pada kelompok kontrol (ibu yang tidak menderita PDD) didapat angka sekitar 37%.

3. Biologik
Berbagai teori neuroendokrin telah dilaporkan sebagai penyebab PDD. Itu berarti, antara lain keseimbangan hormon esterogen dan prosgesteron berperan besar. Juga hormon tiroid, endorfin, prostaglandin, dan lain-lain.Duuuh seram ya? Apalagi kata Dharmady dan berbagai penelitian, jika tidak diobati, PDD bisa berkembang kronik. Penderitanya bisa menjadi agresif (mudah menyerang orang lain) atau justru sebaliknya ingin sekali bunuh diri.

Apa  yang harus dilakukan? Dari sisi kedokteran tentu terapi. Antara lain Dharmady mengungkapkan sebagai berikut:

1. Psikoterapi
Efektif untuk menghilangkan gejala-gejala PDD. Terapi suportif dan terapi kelompok dapat digunakan. Penderita akan merasa lebih baik karena mendapat dukungan kelompok, lebih mengerti tentang gejala-gejala yang terjadi, tahu bahwa dirinya tida sendirian, mengurangi rasa bersalah, membantu menghindari stres, dan memperbaiki kepercayaan diri. Keberhasilan terapi ini mencapai 40-50%, sekaligus membuktikan besarnya peran psikologis dalam kasus-kasus PDD.

2. Latihan Fisik
Keluhan PDD jarang ditemukan pada wanita yang aktif berolahraga. Olahraga dikaitkan dengan penurunan stres.

3. Diet
Hindari kopi dan rokok. Kurangi juga kadar gula. Minum susu sangat dianjurkan. Beberapa penelitian menyatakan, Vitamin A, E, B6, Ca carbonat, Mg, dan Zn dapat mempebaiki PDD.

4. Terapi Farmakologik
Secara umum, terapi farmakologik hanya dapat diberikan di bawah pengawasan seorang dokter. Misalnya dalam bentuk pemberian obat, penyeimbangan hormon, terapi cahaya, pembedahan, dan sebagainya.

Jangan sepelekan PMS

SEKITAR 85% perempuan mengalami gangguan fisik dan psikis menjelang, saat, atau pun sesudah menstruasi. Biasanya berlangsung antara satu minggu sebelum dan sesudah mentruasi atau haid.

Tapi tahukah Anda, cukup banyak perempuan yang mengalami gejala prementruasi sindrom (PMS) dalam rentang waktu cukup lama. Mereka hanya terbebas satu minggu dalam sebulan. Artinya hormon mereka hanya normal selama satu bulan. Selebihnya, mereka mengalami gangguan ringan hingga berat. Mulai dari sakit fisik seperti pusing, mual, pembengkakan payudara, perut kembung, sampai pingsan. Mulai dari ledakan emosi dalam bentuk amarah, sensitivitas yang tinggi, sedih, sunyi, hingga keinginan bunuh diri.

Dharmady, psikiater dari dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya mengatakan, perempuan yang masa haidnya tidak teratur dalam arti mengalami kemajuan tanggal tiap bulan, berisiko kian lama menderita premenstruasi sindrom. “Jika gejalanya ringan tidak masalah. tapi jika berat, apalagi secara psikologis mengalami depresi, sebaiknya melakukan konsultasi,” katanya.

Berbagai penelitian menyebutkan, beberapa faktor meningkatkan risiko terjadinya PMS. Antara lain, status perkawinan. Disebutkan, perempuan yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibanding yang belum. Juga perempuan yang sudah melahirkan beberapa anak. Sebuah jurnal kedokteran menegaskan, peningkatan PMS terjadi pada usia 30 hingga 45 tahun. Setelah itu biasanya secara perlahan terjadi penurunan risiko.

Situs mentruasi.com mengutip penelitian Dr Guy E Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS. Ahli ini membagi PMS dalam empat tipe.  Perlu dbaca, supaya Anda tahu, termasuk tipe apa PMS Anda. Dengan demikian bisa dilakukan tindakan meminimalisasi gejala:

1. Tipe A (Anxiety)
Ditandai dengan gejala cemas, sensitif, saraf tegang, dan perasaan labil. Beberapa wanita bahkan mengalami depresi ringan sampai sedang. Saran: Konsumsi makanan berserat, jangan merokok dan batasi asupan kafein dari kopi, teh, dan cokelat.

2. Tipe C (Craving)
Muncul gejala pembengkakan pada perut (kembung), nyeri pada buah dada, tangan, kaki, serta terjadi peningkatan berat badan. Biasanya terjadi karena asupan garam dan gula yang tinggi pada penderita. Gejala pada tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe-tipe lain. Saran: Kurangi asupan garam dan gula. Juga jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.
3. Tipe D (Depression)

Biasanya mengalami rasa lapar, ingin mengonsumsi makanan yang manis (cokelat) dan karbohidrat sederhana. Biasanya setelah menyantap dalam jumlah banyak muncul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing, terkadang sampai pingsan. Gejala ini muncul karena peningkatan hormon insulin. Saran: Perbanyak konsumsi sayuran hijau, biji-bijian, gandum, dan kacang-kacangan.
4. Tipe H (Hyperhydration)

Muncul keinginan menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit berkata-kata. Bahkan muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya tipe ini berlangsung bersamaan dengan tipe A. Hanya 3% penderita yang murni mengalami tipe D. Saran: tingkatkan konsumsi vitamin B6 dan magnesium.

Foto: healthtrap.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Belajar di Mall - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger