Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Kenali Jenis & Gejala Dehidrasi

Written By Unknown on Monday, April 22, 2013 | 6:25 AM

TERKADANG karena kesibukan kerja, kita lupa untuk memperhatikan asupan air ke dalam tubuh. Anak-anak pun kerap lupa, apalagi jika sudah asyik bermain di dalam ruang ber ac, atau sedang berenang. Berikut beberapa peran air di dalam tubuh, dan gejala dehidrasi yang wajib diperhatikan.



Peran Air dalam Tubuh
  • Pelarut
  • Katalisator
  • Pelumas
  • Pengatur suhu tubuh
  • Penyedia mineral dan elektrolit
  • Membentuk sel-sel tubuh baru, memelihara dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak
  • Melarutkan dan membawa nutrisi, oksigen dan hormone ke seluruh tubuh
  • Melarutkan dan mengeluarkan zat-zat sampah dalam tubuh
Jenis dan Gejala Dehidrasi
1.       Dehidrasi Ringan
Gejala: mulut dan bibir kering serta lengket, tenggorokan kering, sakit kepala.
2.       Dehidrasi sedang
Gejala: mengantuk, pusing, otot lemah, mata kering, haus, urin sedikit dan mulai berwarna kuning tua, silau melihat sinar.
3.       Dehidrasi Berat
Gejala: urine kuning gelap sampai oranye tua, kram otot, kondisi fisik sangat lemah, lidah bengkak, nadi cepat, elastisitas hilang, mata cekung, menggigil, penurunan fungsi ginjal, kulit kering, pingsan.

Dampak Dehidrasi
1.      Kulit kering
2.      Metabolisme tubuh menurun
3.      Mood memburuk
4.      Lelah dan nyeri sendi
5.      Tekanan darah meningkat (tinggi)

Kurang Asupan Air Bisa Sebabkan Obesitas

KURANG asupan air ternyata bisa memacu obesitas, penurunan daya ingat, kemampuan kognitif, kewaspadaan, menjadi cepat lelah, bahkan bisa memunculkan ketegangan,  dan rasa cemas.

Apa hubungannya asupan air dan obesitas? Kurang air di dalam tubuh ternyata erat kaitannya dengan obesitas. Pasalnya, air berperan besar memperlancar metabolism tubuh. Air berfungsi sebagai bahan bakar untuk proses pembakaran kalori dari makanan yang kita konsumsi. Penelitian menyebutkan, konsumsi air yang cukup berperan menurunkan risiko obesitas hingga 30%.

Bukan hanya itu, air juga membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Semakin banyak racun yang tertumpuk, maka semakin sulit berat badan diturunkan. Pencernaan yang tidak lancar juga akan menghambat penyerapan nutrisi. Akibatnya, tubuh akan memberi tanda lapar. 

Asupan air juga akan mempengaruhi fungsi hati atau lever yang mengatur pelepasan lemak tubuh. Jika tubuh kekurangan air, maka hati cenderung menimbun lemak.

Obesitas hanyalah satu dampak dari kurangnya asupan air ke dalam tubuh. Riset yang sudah dipublikasikan di The Journal of Nutrition menyebutkan, selain mempengaruhi kerja fisik, kekurangan air juga mempengaruhi moodseseorang.

Penelitian terhadap 51 pria dan wanita sehat selama tiga bulan menunjukkan, dehidrasi pada pria menyebabkan penurunan daya ingat dan kewaspadaan. Sementara pada wanita, menyebabkan penurunan kemampuah kognitif,  kelelahan, ketegangan, dan rasa cemas.

Pada anak, dehidrasi ringan kurang lebih ditandai dengan gejala yang sama. Sulit konsentrasi, mood terganggu, cepat lelah, dan berbagai gejala fisik lainnya.  Pada orang dewasa, dehidrasi  juga terbukti meningkatkan tekanan darah dan mengganggu kerja seluruh organ tubuh. Jika tidak segera ditangani, bisa menyebabkan pingsan bahkan kematian.

Kebutuhan Air

Foto: fitsystemsatx.com

Begitu besar peran air di dalam tubuh manusia, tidak mengherankan jika air dalam konsep tumpeng gizi seimbang yang  direkomendasikan pada ahli gizi, mendapat porsi terbesar. Masalahnya, berapa banyak air yang dibutuhkan tubuh? Ahli Gizi dari Jogjakarta Andi Imam Arundhana SGz menjelaskan, air merupakan komponen terbesar di dalam tubuh. Sekitar 80% tubuh manusia mengandung air, 60% pada orang dewasa, dan 50% pada lansia.

 

Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh. Andi menjelaskan, angka kecukupan yang direkomendasikan adalah 2.200 ml/hari untuk laki-laki dewasa, 2.000 ml/hari untuk wanita dewasa, 1.600 ml untuk anak usia 4-8 tahun dan 1.900-2.000 ml/hari untuk anak usia 9-13 tahun.  

Air yang diminum, jelas Andi, tidak mesti air putih. Minuman seperti teh, susu, kopi, dan air yang terkanding dalam buah-buahan juga dihitung sebagai asupan. Hanya saja, air putihlah yang dianggap terbaik, karena mudah diserap tubuh. “Karena itu, orang yang sering mengonsumsi pil, tablet, obat, dan multivitamin, sangat dianjurkan memperbanyak minum air putih, agar bahan kimia yang terkandung dalam obat/multivitamin dapat ikut larut dan keluar bersama air seni. Jika tidak, maka risiko terkena batu ginjal akan lebih tinggi,” papar Andi.

Kekurangan asupan air memang berbahaya. Namun, Andi mengingatkan agar jangan lantas minum air putih berlebihan. Asupan air yang melebihi batas normal pun tidak baik, karena berisiko menyebabkan pembengkakan jantung dan otak. 

Nah bunda, yuuk mulai perhatikan asupan air di dalam keluarga. Biasakan juga buah hati minum air putih. Ketika diare dan flu, jangan lupa untuk menambah porsi asupan. 

PMS dan Gangguan Mental

Written By Unknown on Saturday, March 2, 2013 | 10:33 AM

PMS bisa menyebabkan gangguan mental, mulai dari yang ringan (senstif, cepat marah, sedih, stres, insomnia) hingga yang berat seperti depresi. Apa yang harus dilakukan?

PSIKIATER dari Unika Atma Jaya Dharmady Agus, mengatakan gangguan mental selama Pre Menstruasi Syndrome (PMS) dalam istilah kedokteran disebut  Premenstrual Dysphoric Disorder atau biasa disingkat PDD.

Berbagai penelitian menunjukkan cukup banyak perempuan yang mengalami gangguan PDD. Penekanannya lebih pada psikis, di mana terjadi perubahan emosi, mulai dari yang ringan hingga berat. Mulai dari perasaan cepat marah, menjadi sangat sensitif, mudah sedih, perasaan tidak diinginkan, rasa sunyi, hingga keinginan menyakiti diri sendiri, orang lain, juga bunuh diri.

Karena itu, pengertian dan dukungan keluarga sangat diperlukan. Semakin berat PDD yang diderita, maka sudah pasti semakin membutuhkan pertolongan. Di luar negeri, kesadaran untuk mencari pertolongan sudah cukup tinggi. Karena itu, ada terapi kelompok. Terapi ini terbukti efektif, karena masing-masing penderita PDD bisa saling menguatkan dan melakukan kontrol. Mereka juga bisa melakukan antisipasi karena lebih mengenal gejala-gejalanya.

Di Indonesia, kesadaran seperti itu masih sangat kecil. Biasanya dianggap sebagai gejala umum, abaikan saja, toh bisa sembuh sendiri setelah masa itu lewat. Padahal, PDD jelas akan memengaruhi kehidupan sehari-hari penderitanya. Bisa memengaruhi produktivitas dan menurunkan kualitas hidup.

Foto: healthtap.com

Apa saja gejala PDD?  Dharmady.menyebutkan sbb:
1. Depresi, rasa putus asa, pikiran-pikiran yang mencela diri sendiri.
2. Tegang, gelisah, kadang-kadang justru muncul perasaan yang sangat gembira.
3. Labilitas afek yang jelas (perasaan tiba-tiba sedih, menangis, sangat sensitif terhadap penolakan).
4. Perasaan marah yang menetap, iritabilitas, dan peningkatan konflik interpersonal.
5. Penurunan minat dalam aktivitas sehari-hari (sekolah, pekerjaan, teman, dan hobi).
6. Secara subyektif merasa sulit berkonsentrasi.
7. Letargi, mudah lelah, kurang energi yang jelas.
8. Perubahan nafsu makan (meningkat atau menurun).
9. Insomnia atau hipersomnia.
10.Secara subyektif merasa gembira berlebihan.
11.Gejala-gejala fisik lain, seperti: sakit kepala, nyeri sendi atau otot, payudara membengkak, dan berat badan meningkat.

Apa penyebab PDD? Berbagai teori telah diajukan untuk menerangkan PDD. Banyaknya faktor yang diduga memengaruhi munculnya gejala PDD:

1. Psikososial
Menurut teori psikoanalisis, gejala-gejala PDD merupakan manifestasi dari konflik peran sebagai wanita. Haid diartikan sebagai suatu stimulus yang mengancam konflik yang telah direpresi. Secara tidak sadar, penderita PDD menggunakan fungsi haidnya untuk menyatakan ketegangan sebagai akibat situasi lingkungan yang menekan, kesukaran dalam hubungan antarpribadi, atau oleh sikapnya sendiri terhadap kewanitaannya.
Hasil penelitian di Malang menunjukkan, penderita PDD merupakan orang yang suka merengek, suka mengeluh, mudah marah, feminin, pasif, keterpaksaan untuk menerima tugas-tugas yang berat karena tak kuasa atau berani menolak.

2. Genetik
Sekitar 70% anak wanita dengan ibu penderita PDD juga menderita PDD. Pada kelompok kontrol (ibu yang tidak menderita PDD) didapat angka sekitar 37%.

3. Biologik
Berbagai teori neuroendokrin telah dilaporkan sebagai penyebab PDD. Itu berarti, antara lain keseimbangan hormon esterogen dan prosgesteron berperan besar. Juga hormon tiroid, endorfin, prostaglandin, dan lain-lain.Duuuh seram ya? Apalagi kata Dharmady dan berbagai penelitian, jika tidak diobati, PDD bisa berkembang kronik. Penderitanya bisa menjadi agresif (mudah menyerang orang lain) atau justru sebaliknya ingin sekali bunuh diri.

Apa  yang harus dilakukan? Dari sisi kedokteran tentu terapi. Antara lain Dharmady mengungkapkan sebagai berikut:

1. Psikoterapi
Efektif untuk menghilangkan gejala-gejala PDD. Terapi suportif dan terapi kelompok dapat digunakan. Penderita akan merasa lebih baik karena mendapat dukungan kelompok, lebih mengerti tentang gejala-gejala yang terjadi, tahu bahwa dirinya tida sendirian, mengurangi rasa bersalah, membantu menghindari stres, dan memperbaiki kepercayaan diri. Keberhasilan terapi ini mencapai 40-50%, sekaligus membuktikan besarnya peran psikologis dalam kasus-kasus PDD.

2. Latihan Fisik
Keluhan PDD jarang ditemukan pada wanita yang aktif berolahraga. Olahraga dikaitkan dengan penurunan stres.

3. Diet
Hindari kopi dan rokok. Kurangi juga kadar gula. Minum susu sangat dianjurkan. Beberapa penelitian menyatakan, Vitamin A, E, B6, Ca carbonat, Mg, dan Zn dapat mempebaiki PDD.

4. Terapi Farmakologik
Secara umum, terapi farmakologik hanya dapat diberikan di bawah pengawasan seorang dokter. Misalnya dalam bentuk pemberian obat, penyeimbangan hormon, terapi cahaya, pembedahan, dan sebagainya.

Jangan sepelekan PMS

SEKITAR 85% perempuan mengalami gangguan fisik dan psikis menjelang, saat, atau pun sesudah menstruasi. Biasanya berlangsung antara satu minggu sebelum dan sesudah mentruasi atau haid.

Tapi tahukah Anda, cukup banyak perempuan yang mengalami gejala prementruasi sindrom (PMS) dalam rentang waktu cukup lama. Mereka hanya terbebas satu minggu dalam sebulan. Artinya hormon mereka hanya normal selama satu bulan. Selebihnya, mereka mengalami gangguan ringan hingga berat. Mulai dari sakit fisik seperti pusing, mual, pembengkakan payudara, perut kembung, sampai pingsan. Mulai dari ledakan emosi dalam bentuk amarah, sensitivitas yang tinggi, sedih, sunyi, hingga keinginan bunuh diri.

Dharmady, psikiater dari dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya mengatakan, perempuan yang masa haidnya tidak teratur dalam arti mengalami kemajuan tanggal tiap bulan, berisiko kian lama menderita premenstruasi sindrom. “Jika gejalanya ringan tidak masalah. tapi jika berat, apalagi secara psikologis mengalami depresi, sebaiknya melakukan konsultasi,” katanya.

Berbagai penelitian menyebutkan, beberapa faktor meningkatkan risiko terjadinya PMS. Antara lain, status perkawinan. Disebutkan, perempuan yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibanding yang belum. Juga perempuan yang sudah melahirkan beberapa anak. Sebuah jurnal kedokteran menegaskan, peningkatan PMS terjadi pada usia 30 hingga 45 tahun. Setelah itu biasanya secara perlahan terjadi penurunan risiko.

Situs mentruasi.com mengutip penelitian Dr Guy E Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS. Ahli ini membagi PMS dalam empat tipe.  Perlu dbaca, supaya Anda tahu, termasuk tipe apa PMS Anda. Dengan demikian bisa dilakukan tindakan meminimalisasi gejala:

1. Tipe A (Anxiety)
Ditandai dengan gejala cemas, sensitif, saraf tegang, dan perasaan labil. Beberapa wanita bahkan mengalami depresi ringan sampai sedang. Saran: Konsumsi makanan berserat, jangan merokok dan batasi asupan kafein dari kopi, teh, dan cokelat.

2. Tipe C (Craving)
Muncul gejala pembengkakan pada perut (kembung), nyeri pada buah dada, tangan, kaki, serta terjadi peningkatan berat badan. Biasanya terjadi karena asupan garam dan gula yang tinggi pada penderita. Gejala pada tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe-tipe lain. Saran: Kurangi asupan garam dan gula. Juga jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.
3. Tipe D (Depression)

Biasanya mengalami rasa lapar, ingin mengonsumsi makanan yang manis (cokelat) dan karbohidrat sederhana. Biasanya setelah menyantap dalam jumlah banyak muncul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing, terkadang sampai pingsan. Gejala ini muncul karena peningkatan hormon insulin. Saran: Perbanyak konsumsi sayuran hijau, biji-bijian, gandum, dan kacang-kacangan.
4. Tipe H (Hyperhydration)

Muncul keinginan menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit berkata-kata. Bahkan muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya tipe ini berlangsung bersamaan dengan tipe A. Hanya 3% penderita yang murni mengalami tipe D. Saran: tingkatkan konsumsi vitamin B6 dan magnesium.

Foto: healthtrap.com

Menikah Kurangi Risiko Serangan Jantung

Written By Unknown on Saturday, February 9, 2013 | 12:14 AM

AYAH dan Bunda, jagalah harmonisasi pernikahan dengan baik. Para peneliti menemukan hubungan antara pernikahan dan risiko terkena serangan jantung. Penelitian membuktikan, pernikahan bisa mengurangi risiko serangan jantung pada pria dan wanita. 

Tim peneliti dari Turku University Hospital Finlandia telah mempublikasikan hasil temuan mereka yang menyebutkan bahwa pernikahan bisa mengurangi risiko serangan jantung fatal. Bahkan secara umum pernikahan bisa membuat kesehatan menjadi lebih baik. 

Untuk melaksanakan penelitian tersebut, mereka mengumpulkan data lebih dari 15.300 orang yang terkena serangan jantung antara tahun 1993 hingga 2002. Ketika memperhitungkan status pernikahan, mereka  menemukan orang yang tidak menikah memiliki risiko 58-66 persen terkena serangan jantung, sedangkan pada wanita risikonya sekitar 60-65 persen. Untuk pria lajang yang terkena serangan jantung, risiko kematian 28 hari pascaserangan melebihi 60% atau lebih tinggi dibanding kondisi yang sama pada pria menikah.

Hasil penelitian itu memunculkan beberapa kemungkinan timbal balik yang menjelaskan korelasi antara pernikahan dan penurunan risiko serangan jantung. Pernikahan membuat pasangan saling menjaga, melakukan kebiasaan kesehatan yang lebih baik, dan lebih menikmati hidup lewat dukungan sosial. Semua itu juga mempengaruhi cepatnya pemulihan bila salah satu di antara mereka mengalami serangan jantung.

Sehat dengan Senam Bokwa

Written By Unknown on Thursday, January 17, 2013 | 3:06 AM

Sehat itu bisa dilakukan dengan santai dan penuh kegembiraan. Itu kira-kira yang ditawarkan Senam Bokwa yang sedang menjadi trend dunia.

AMERIKA, Inggris, Singapura, Malaysia, India, dan banyak negara lain sedang dilanda Senam Bokwa. Di Inggris, senam yang diciptakan Paul Mavi, instruktur kebugaran internasional di Los Angeles ini menjadi salah satu olah raga ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Di Asia Tenggara, Bokwa lebih dahulu popular di Malaysia dan Singapura, dan baru akhir tahun lalu masuk ke Indonesia.

Apa sebenarnya Senam Bokwa? Senam yang bisa dilakukan anak-anak hingga orangtua usia 70 tahun ini menggabungkan tari perang Afrika, Capoeira, Kick Boxing, gerak langkah, dan dance. Senam Bokwa diciptakan instruktur kebugaran internasional yang tinggal di Los Angeles, Paul Malvi yang juga dikenal sebagai musisi dan penari. Karena latar belakang yang dimiliki, akhirnya Malvi menciptakan Senam Bokwa, menyerap budaya negeri asalnya Arika, dikombinasi dengan gerakan bela diri, dan tarian lainnya.

Ketika datang ke Indonesia, Paul Mavi mengatakan, Bokwa merupakan senam yang sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orangtua. “Jika Anda mampu bergerak dan menirukan gerakan, maka Anda pasti bisa melakukan Senam Bokwa. Apalagi senam ini bisa dilakukan dengan menggunakan jenis musik apa pun,” katanya.

Memicu Kegembiraan
Benarkah Senam Bokwa bisa dilakukan dari anak-anak hingga manula? Master Bokwa Indonesia Susy Bachtiar mengamini klaim tersebut. Bokwa bisa dilakukan siapa saja karena gerakannya mudah dan terdiri dari 8 level. Pada dasarnya Bokwa terdiri dari 26 gerakan yang mirip dengan bentuk alphabet dan 10 gerakan yang menggambarkan angka 1-10. Selain itu, ada tambahan gerak unik seperti phezulu, left, superman, waka waka, square, dan gerakan remix lainnya.

“Karena terdiri dari beberapa level, Bokwa bisa dilakukan oleh siapa pun. Bokwa membantu melatih daya ingat dengan cara menghapal gerkan-gerakan yang menggambarkan bentuk alphabet dan angka. Bagi yang ingin menurunkan berat badan, Bokwa juga bisa dijadikan medium, karena dengan intensitas tinggi, dalam satu jam Bokwa mampu membakar 1.200 kalori. Ini olahraga yang menyehatkan badan dan pikiran,” terang Suzy.

Gerakan Bokwa, lanjut Suzy sudah pasti akan disukai anak-anak hingga dewasa. Manula pun akan suka, terutama bagi penggemar dansa. Di beberapa negara, Bokwa dimainkan dalam berbagai tempat, mulai di pusat kebugaran, sekolah, kompetisi umum, hingga di jalan-jalan. Gerakan-gerakan yang funky dan bisa menyesuaikan dengan jenis musik apa pun, membuat Senam Bokwa digemari karena bisa memicu dan menularkan kegembiraan.

Menjelang akhir tahun 2012, Paul Mavi dan Suzy Bachtiar melakukan pelatihan pertama untuk 32 instruktur Senam Bokwa di Indonesia. Suzy bercita-cita Senam Bokwa bisa dinikmati semua orang mulai dari laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, para eksekutif, hingga manula.

Kini, k3-32 instruktur itu mulai menyebarkan Senam Bokwa di sanggar senam hingga pusat kebugaran jaringan internasional.

Foto: riverparkdanceschool.sk

Manfaat Senam Bokwa
1. Mengasah daya ingat.

2. Sarana belajar alphabet dan angka bagi anak-anak.

3. Melatih motorik dan koordinasi gerak kaki dan tangan.

4. Melatih kepekaan irama.

5. Membantu proses diet atau pelangsingan, karena jika dilakukan dengan intensitas kardio tinggi, Senak Bokwa bisa membakar 1.200 kalori dalam satu jam.

6. Penyaluran energi bagi para penyuka tari, olahraga bela diri, dan musik.

Sehat dengan Mengetahui Sejarah Kesehatan Keluarga

Written By Unknown on Monday, December 31, 2012 | 8:40 PM


TERKADANG kita mendengar teman mau pun kerabat berkata, mengapa dia bisa jatuh sakit, padahal sudah sangat menjaga kebugaran tubuh dengan cara berolahraga? Ini barangkali berkaitan dengan kepercayaan orangtua zaman dulu tentang bibit, bobot bebet.Namun tentu tidak seekstrem itu.

Seperti diungkapkan familynewsdaily,banyak dokter menyarankan agar orang tahu sejarah kesehatan keluarga hingga tiga generasi. Dengan mengetahui riwayat kesehatan keluarga, maka Anda bisa melakukan langkah-langkah antisipasi, termasuk membiasakan pola makan dan kegiatan sang buah hati.

Menulis riwayat kesehatan keluarga tidak perlu dilakukan secara detail. Cukup mengetahui kakek, nenek buyut, kakek nenek, dan orangtua mederita penyakit apa dan jika sudah meninggal sebelumnya sakit apa dan meninggal karena apa.. Semakin banyak yang diketahui, semakin banyak pula langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

Nah, di masa liburan seperti sekarang, di mana banyak keluarga berkumpul atau tradisi saling mengunjungi, bisa menjadi kesempatan untuk mulai mengetahui riwayat atau sejarah kesehatan keluarga. Setelah itu, bisa melakukan konsultasi dengan dokter dan mulai mengubah gaya hidup dan pola makan diri sendiri, dan tentu juga keluarga.
 

Salah Pilih Sepatu Olahraga Bisa Cedera

Written By Unknown on Wednesday, December 26, 2012 | 3:39 AM


Pilihlah sepatu olahraga dengan benar untuk menghindari cedera dan rasa nyeri pada bagian kaki.


 PERNAH merasakan nyeri kaki saat berolahraga? Hati-hatilah! bisa jadi  itu disebabkan kesalahan memilih sepatu olahraga. Tidak semua bentuk kaki sama dan tidak semua sepatu olahraga cocok untuk Anda. Jika salah pilih justru bisa menyebabkan cedera kaki atau memunculkan rasa nyeri. 

Banyak orang kebingungan saat masuk toko sepatu dan menghadapi banyak pilihan model dan harga. Satu hal yang perlu menjadi pegangan, belilah sepatu sesuai dengan jenis olahraga yang akan Anda ikuti. Para ahli telah membuat sol sepatu berbeda sesuai dengan jenis aktivitas yang akan dilakukan. Ada sepatu untuk lari, aerobik, tenis lapangan, sepak bola, dll.

Sebaiknya membeli sepatu olahraga di toko sepatu yang menjual keperluan olahraga. Biasanya penjaga toko atau gerai sudah mendapat bekal untuk memberi keterangan dan edukasi pada calon pembeli. Jangan ragu bertanya, sepatu seperti apa yang cocok dengan kegiatan yang akan Anda ikuti dan ukuran berapa yang cocok untuk kaki Anda. 

Mengapa ukuran sepatu menjadi penting? Sepatu yang kekecilan, kelewat pas, atau pun kebesaran bisa mendatangkan ketidaknyamanan, bahkan bisa memicu cedera. Meski Anda sudah mengetahui ukuran sepatu yang biasa dipakai, tidak ada salahnya melakukan pengukuran ulang. Penelitian membuktikan, ukuran sepatu seseorang bisa berubah-ubah. Banyak faktor yang memengaruhi, antara lain pengurangan dan penambahan berat badan serta berbagai aktivitas yang dilakukan dalam keseharian. Selain itu, meski ukuran sepatu disebutkan sama, namun kenyataannya setiap merek punya standar sendiri-sendiri.

Karena itu, disarankan untuk melakukan pengukuran ulang ketika memutuskan akan membeli sepatu baru. Rata-rata toko sepatu yang baik menyediakan alat untuk mengukur panjang kaki. Perlu diingat, saat Anda melakukan aktivitas termasuk olahraga, ukuran kaki bisa membesar. Itulah sebabnya, sediakan ruang lebih, jangan memilih sepatu dengan ukuran yang terlalu pas.
Beberapa penelitian menyebutkan, sebaiknya sepatu olahraga diganti setiap 4-6 bulan sekali. Namun ada juga yang menyebutkan satu tahun sekali. Penggantian sepatu juga ada yang didasarkan pada parameter jarak yang sudah ditempuh. Ada yang berpendapat, jika sudah digunakan berjalan atau lari dengan total jarak 500 km, maka sudah waktunya diganti. Namun, ada juga yang berpendapat, gantilah sepatu setelah digunakan 250 km.

Mana yang benar? Semua dikembalikan pada diri Anda. Bila belum sampai pada patokan waktu dan jarak yang ditentukan sudah merasa tidak nyaman, sebaiknya jangan dipaksakan. Jika ibu jari kaki Anda sudah seringkali tergelincir ke samping, itu juga menjadi tanda untuk mengganti sepatu. Begitu pula jika bagian tumit atau tengah sepatu telah melebar.



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Belajar di Mall - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger