Powered by Blogger.

Latest Post

Showing posts with label Harmonis. Show all posts
Showing posts with label Harmonis. Show all posts

Diplomasi Meja Makan

Written By Unknown on Thursday, May 30, 2013 | 6:59 PM


DIPLOMASI  meja makan terbukti sangat ampuh meningkatkan harmonisasi keluarga. Cara itu juga efektif memagari anak dari pengaruh buruk.

Pernahkah Anda mendengar orang dewasa mengatakan, kangen masakan Ibuatau kangen masakan rumah? Masakan ibu kerap mengendap di memori mereka hingga dewasa, bahkan setelah mereka menikah.

Begitu besar manfaat makan bersama keluarga, sehingga kenangan yang tertinggal dibawa hingga dewasa, bahkan pola yang sama kemungkinan besar akan diterapkan juga dalam rumah tangga mereka kelak.

Apalah arti makanan lezat  yang terhidang di meja makan, namun tidak bisa dinikmati bersama seluruh anggota keluarga? Acara sehari-hari itu kelihatannya memang sederhana, namun berbagai penelitian membuktikan keampuhan diplomasi keluarga di meja makan.
Komunikasi yang lancar akan berbuah keakraban. Masing-masing anggota keluarga otomatis tidak lagi terfokus pada diri sendiri, lebih bertoleransi, menumbuhkan kebersamaan, sehingga berbagai persoalan bisa dibicarakan dan dicari solusi dengan lebih baik.

Penelitian di Amerika menemukan korelasi bahwa anak yang sering makan bersama keluarga, terbukti lebih tahan terhadap godaan obat terlarang. “Sesibuk apa pun, usahakan ada waktu makan bersama keluarga, entah ketika sarapan atau malam hari. Makan bersama keluarga merupakan salah satu kunci keharmonisan,” papar Dra Tiwin Herman M.Psi, psikolog senior dan juga owner Global Leadership Indonesia (GLI).

Untuk mengoptimalkan manfaat makan bersama, Tiwin menyarankan orangtua agar menciptakan suasana egaliter. Bicarakan hal-hal ringan seperti rencana menonton, kegiatan sekolah, hingga hobi masing-masing. Kedekatan dan kebiasaan saling bercerita akan membantu setiap anggota keluarga untuk menceritakan persoalan ketika mereka ada masalah. “Makan bersama juga memungkinkan orangtua melakukan kontrol terhadap anak tanpa membuat mereka stres,” tukas Tiwin.

Foto ilustrasi: e-marging.org

Berikut beberapa manfaat makan bersama keluarga:

1. Belajar Menerima Pendapat
Pada saat makan bersama, usahakan untuk menciiptakan percakapan ringan dalam suasana akrab. Posisikan suami atau Anda menjadi moderator sekaligus peserta yang tidak menghakimi, jika ada persoalan.  Ajaklah semua untuk memberikan  pendapat   dengan tujuan menemukan solusi. Setelah itu, sepakati bahwa seluruh keluarga akan membantu meskipun misalnya hanya bisa dalam bentuk dukungan.
Bagi anak-anak, makan bersama akan membantu mengembangkan keterampilan sosial        yang lebih baik, karena mereka belajar menjadi pendengar yang baik dan belajar sabar        menunggu ketika orang lain berbicara.  Mereka juga menjadi ingin tahu tentang orang       lain bukan hanya fokus pada diri sendiri.
 
2.     Identitas keluarga
Makan bersama akan memberikan energi positif jika dilakukan secara rutin. Masing-masing akan merasa bahagia dan bangga dengan kebersamaan keluarga.

3   3.      Dampak positif bagi anak
61% anak-anak di Amerika yang diteliti rentan dengan pergaulan bebas serta penggunaan obat-obatan terlarang hanya karena mereka tidak pernah merasakan makan bersama dengan kelaurga.Hal sebaliknya ditemukan di Columbia. Dalam sebuah penelitian, terbukti anak yang terbiasa makan bersama setidaknya lima kali dalam sepekan hingga masa remaja, lebih mungkin mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah. Anak-anak yang makan dengan keluarga mereka juga memiliki sikap yang lebih positif tentang masa depan.

  4.   Struktur dan rutin.
Rutinitas membantu anak-anak menemukan organisasi dan kemantapan dalam kehidupan keluarga mereka.

5    5.  Hemat secara finansial
Jika Anda terlalu sibuk untuk memasak dan tidak memiliki asisten rumah tangga, belilah makanan di luar kemudian nikmati bersama. Makanan beli tentu lebih praktis. Namun, makanan yang disiapkan sendiri bisa menghemat anggaran dan dampak kenangan dalam ingatan anak pun bisa sangat panjang.

Di Luar Negeri Kita Menikah

Written By Unknown on Sunday, April 7, 2013 | 7:07 AM

BANYAK pasangan memutuskan untuk menikah di luar negeri dengan berbagai alasan. Romantis  memang, namun bukan berarti itu bebas dari masalah.

Dari sekian banyak kota yang dipilih untuk menikah, Mekah dan Las vegas adalah dua tempat favorit. Pasangan muslim banyak yang melakukan ijab kabul di depan Kabah. Tentu saja, ada banyak harapan di balik seremoni sakral itu, sekalian melaksanakan umrah.

Ada juga pasangan yang memilik Las Vegas di Amerika Serikat sebagai tempat menikah. Alasannya, sederhana saja. Sambil berwisata, menikah di kota itu bukanlah hal sulit. Banyak gereja menyediakan layanan pernikahan kilat yang serba ringkas. Tentu saja, usai mengucap janji, mereka tak perlu jauh berbulan madu karena di kota itu teramat banyak tempat romantis untuk berbulan madu. 

Ada pula yang memilih Paris, Venesia, dengan alasan romantis. Tak sedikit pula yang berangkat ke Vatikan untuk mengikat janji suci sehidup semati. 

Belakangan, menikah di luar negeri memang kembali menjadi tren. Pasangan selebriti misalnya, terbilang yang paling banyak melakukannya. Selain mudah, persyaratan yang dibutuhkannya pun tidak terlalu sulit. Pasangan yang melakukannya hanya perlu memenuhi ketentuan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setelah sebelumnya mendapat persetujuan dari Kantor Urusan Agama di Tanah Air atau Kantor Catatan Sipil. 

Namun, itu bukan berarti masalah tidak akan muncul. Femalefirst.co.uk belum lama ini merilis sejumlah masalah yang paling banyak terjadi bagi pasangan yang menikah di luar negeri. Berikut beberapa di antaranya.


Masalah Potensial

1.       PERIZINAN
 Banyak pasangan mengira menikah di luar negeri tidak memerlukan persyaratan tertentu. Ini salah, karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Sebagian besar, persyaratan itu harus dipenuhi di dalam negeri, terutama untuk pasangan yang tidak menetap di luar negeri. Karena itu, sebelum berangkat ke luar negeri, pastikan persyaratan itu terpenuhi.
2.       CUACA
Ini bukanlah masalah sederhana. Sebab, banyak pasangan gagal menikah atau rencana buyar karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di sekitar.
3.       PENUNDAAN PENERBANGAN
Bepergian ke luar negeri bisa saja batal karena terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya, karena cuaca sehingga pesawat tidak memungkinkan terbang. Karena itu, pergilah beberapa hari sebelum tanggal pernikahan dan jangan tentukan jadwal kepergian yang terlalu rapat.
4.       PEMBATALAN
Ini juga merupakan pengalaman sejumlah pasangan. Mereka terbang ke suatu tempat untuk menikah, namun setibanya di sana mereka membatalkannya. Pastikan ini tidak terjadi.
5.       DAFTAR BAWAAN
 Susunlah daftar apa saja yang harus dibawa dari tanah air, jangan sampai ada yang ketinggalan. Sepele memang, namun ini bisa mengacaukan acara bila ada yang tertinggal hanya karena lupa.

Tips Agar Suami Tidak Rendah Diri

Written By Unknown on Thursday, March 28, 2013 | 10:20 PM

DI zaman sekarang, kerapkali peran suami istri yang disepakati secara sosial kemasyarakatan kerap berubah. Istri sibuk bekerja - suami mengurus anak, gaji dan jabatan istri lebih tinggi dari suami, dll. Semua itu bisa membuat suami rendah diri atau sebaliknya istri besar kepala, sehingga meretakkan mahligai rumah tangga. 

Dra Tiwin Herman M Psi, psikolog senior dan juga owner Global Leadership Indonesia (GLI) membagi tips bagi isteri agar suami tidak rendah diri.Tips ini sekaligus mengingatkan para istri agar tidak besar kepala.

1.       Ketrampilan menempatkan diri
Harus diingat,  bagaimanapun dalam keluarga seorang istri adalah anggota keluarga dan suami pemimpin keluarga. Dengan posisi seperti itu, maka menghormati dan menghargai suami adalah  mutlak. Istri harus memahami bahwa berpenghasilan besar bukan berarti menjadi penentu atau pengambil keputusan. Pengambilan keputusan bisa dibicarakan bersama tetapi ketika sudah diputuskan, maka istri hendaknya “mengamankan” apa yang sudah diputuskan.

2.      Keluarga adalah prioritas
Meskipun sudah berposisi tinggi dan berpenghasilan besar, peran sebagai ibu dan  istri tidak bisa diabaikan. Peran-peran tersebut juga menuntut waktu dan energi yang luar biasa agar semuanya bisa berjalan lancar. Yang perlu dibahas bersama suami adalah pemahaman bahwa mengurus anak dan rumah merupakan tanggung jawab bersama, bukan beban istri semata. Mendidik dan mengurus buah hati adalah tanggung jawab bersama. Kalau istri sedang sibuk bekerja, sedangkan suami tidak terlalu sibuk, tidak ada salahnya menjaga, mengantar jemput, dan memeriksa PR anak. Demikian pula sebaliknya.

3.      Menempatkan suami sebagai partner
Perempuan bekerja bisa dikatakan berada dalambanyak  lingkungan, mulai dari lingkungan  kerja, sosial, dan rumah. Upayakan untuk melibatkan suami dalam hal-hal tertentu sehingga suami merasa ‘berarti’. Misalnya ketika mendapat peluang untuk promosi, sebaiknya dirundingkan terlebih dahulu dengan suami perihal kemungkinan konsekuensi yang akan timbul. Semakin banyak suami mengetahui situasi Anda, diharapkan semakin nyaman karena tetap merasa bisa berperan dalam lingkup kehidupan istri. 

4.      Pengaturan keuangan.
Banyak laki-laki yang bekerja enggan berbagi informasi perihal seluruh penghasilannya kepada istri, terlebih bila istri bekerja. Karena itu, harus ada kesediaan istri untuk memulai pembicaraan. Ajukan proposal mengenai perencanaan keuangan, berapa yang perlu ditabung atau investasi,  kemudian apa saja yang akan dibayar istri dan apa yang dibayar suami, berapa untuk keluarga besar dan sebagainya. Wajar saja bila penghasilan istri lebih besar, maka kontribusinya pun lebih besar. Perlu dibuat suatu mekanisme pembukuan agar bisa menjadi bahan evaluasi bersama setiap akhir bulan atau mungkin akhir tahun. Jangan biarkan keuangan menjadi sumber keributan rumah tangga.

Jika Gaji & Jabatan Istri Lebih Tinggi dari Istri

APA yang harus dilakukan jika gaji dan jabatan istri yang lebih tinggi dan jadi pemicu huru-hara dalam rumah tangga?

Zaman memang sudah berubah. Perempuan di era modern bisa ikut merintis karier, hingga tidak jarang gaji dan jabatan seorang istri lebih tinggi dari suami. 

Alhasil, kenyataan tersebut kerap menjadi pemicu keretakan rumah tangga. Apalagi kultur di Indonesia cenderung membagi peran antara laki-laki dan perempuan, antara suami dan istri. Suami pencari nafkah utama, sedangkan istri bertanggung jawab di ranah domestik rumah tangga.

Jika kemudian kondisi berbalik, psikologi pasangan yang saling mencinta dan kemudian menikah, kerap kali terguncang. Lalu, bagaimana caranya agar pasangan suami istri bisa menjaga keharmonisan keluarga? Bagaimana caranya agar istri tidak menjadi lupa daratan dan suami tidak menjadi rendah diri?

Direktur Daya Insani, Lembaga Konsultasi Psikologi,Sani Budiantini Hermawan Psi dan Dra Tiwin Herman MPsi, psikolog senior dan juga owner Global Leadership Indonesia (GLI),  sepakat bahwa kunci penting mewujudkan keharmonisan keluarga adalah komunikasi. 

“Sesibuk dan sehebat apapun sebuah keluarga, upayakan untuk mempunyai satu kesempatan makan bersama. Di saat rileks seperti itu, suami, isteri dan anak-anak bisa berdialog membahas hal-hal yang ringan. Ini akan berimbas pada hubungan suami istri yang pada akhirnya bisa mencairkan komunikasi,”  jelas Tiwin.

Selain komunikasi, Sani menambahkan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. “Istri sudah selayaknya tetap melayani suami. Tidak harus melakukan hal-hal besar, cukup menyiapkan minum, mengambilkan nasi dan lauk-pauk ketika makan bersama,” katanya.

Perlu juga dicari kesepakatan pembagian tugas-tugas rumah tangga. Gaji yang besar, umumnya disertai dengan karier yang semakin baik dan menuntut waktu yang lebih banyak pula. Beberapa tugas memang  bisa didelegasikan pada asisten rumah tangga, tapi ada kalanya hanya bisa dibagi dengan pasangan. “Sebab, pada dasarnya suami istri adalah tim. Mereka bersinergi, keduanya harus sama-sama ringan tangan dan saling menyesuaikan,” tambahnya.

Mengelola Pendapatan
Satu hal lagi yang sering menjadi sumber pertengkaran dalam situasi seperti ini adalah pengelolaan pendapatan. Tiwin Herman menegaskan pengelolaan keuangan suami istri bisa disebut sukses, ketika masing-masing pihak sudah bisabersepakat atau  menerima  sistem yang sudah disetujui bersama.

Tiwin memberi contoh, ada pasangan suami istri yang tidak mengetahui berapa penghasilan pasangan hidupnya. Mereka telah bersepakat semua pengeluaran operasional seperti listrik, telepon, sekolah anak, makan, kebutuhan rumah tangga dan sebagainya dipenuhi bersama dengan persentase tertentu. Sedangkan pengeluaran untuk mobil masing-masing ditanggung sendiri. “Mereka nyaman-nyaman saja dengan cara itu. Jadi intinya bagaimana mencapai kata sepakat dan menjalankan bersama,” tegas Tiwin.

10 Cara Menuju Perkawinan Harmonis

Written By Unknown on Sunday, February 17, 2013 | 5:42 AM


BAGI sebagian pasangan, mempertahankan keharmonisan merupakan pekerjaan maha berat. Amat berat karena meskipun hubungan sudah terikat kuat, guncangan selalu saja terjadi. Entah karena persoalan sepele atau karena komunikasi yang tak bisa nyambung. 

Sejumlah kalangan yang berkecimpung di konsultasi pernikahan menemukan fakta-fakta unik yang menjadi penyebab hubungan suami-istri menemui jalan buntu. Melalui situs Netdoctor, fakta itu dirangkum beserta solusinya.Berikut hasil rangkuman itu:

10 Cara Menjalin Keharmonisan
1.       Apakah Anda pihak pertama yang meminta maaf jika terjadi pertengkaran? Studi membuktikan jika Anda cepat-cepat mengakhiri pertengkaran, maka semakin kuat pula ikatan pernikahan.
2.       Waspadai situs jejaring sosial. Situs sosial semacam Facebook memiliki peran pada terjadinya perceraian. Penyebabnya, situs semacam itu digunakan untuk berhubungan dengan orang lain yang bisa membuat pasangan marah. Kejujuran adalah solusinya. Jujurlah kepada pasangan dan jangan rahasiakan dengan siapa saja Anda berhubungan di situs-situs itu.
3.       Pasrah kepada suami. Belakangan ini, di beberapa negara muncul gerakan Surrendered Wife, yakni para perempuan mengikuti apapun keinginan suami agar rumah tangga tetap harmonis. Survei membuktikan, perempuan yang bersikap feminim memiliki kasih sayang yang lebih kuat dan kehidupan seks yang lebih baik.
4.       Tertawalah meskipun humor sang suami tak lucu. Tertawalah karena tertawa bisa mengurangi stres dan mendorong hasrat seks. Cobalah tonton film humor dan tertawalah bersama pasangan.
5.       Dahsyatnya bilang ya..ya…ya. Cobalah untuk menjawab pertanyaan pasangan dengan kalimat yang agak panjang, jangan sekadar ya…ya..ya terus menerus. Menurut Psikolog John Gottman, kalau Anda menjawab pertanyaan dengan minimal lima kata-kata manis, maka pernikahan Anda akan lebih tahan banting.
6.       Jangan sia-siakan sofa empuk di ruang tengah. Sebab, inilah tempat yang pas untuk menjalin kembali keharmonisan yang retak. Riset oleh tim Universitas Harvard, MIT, dan Yale di AS membuktikan hal ini, bahwa furnitur yang empuk bisa membuat mood lebih tenang.
7.       Usahakan untuk tidur nyenyak.  Tidur yang buruk bukan hanya bisa menghancurkan hari-hari Anda, tetapi pernikahan Anda juga.
8.       Ingatlah bahwa ranjang bukan hanya untuk tidur. Berhubungan seks yang rutin bisa meredam ketidakbahagiaan yang kerap mengganggu rumah tangga. Karena itu, jadikan seks sebagai kegiatan rutin dan carilah sendiri waktu yang tepat untuk melakukannya. Demikian saran peneliti di Universitas Tennessee, AS.
9.       Berbagai tugas rumah tangga bisa mempererat hubungan dalam rumah tangga. Namun, saat membagi pekerjaan itu, jangan sekali-kali membandingkan beban pekerjaan. Jangan bilang, “saya sudah cuci piring, sekarang giliranmu mencuci baju.” Sampaikan kepada pasangan dengan cara yang indah.
10.   Kunci kebahagiaan rumah tangga ada pada dua kata…. “terima kasih”. Saling menyampaikan penghargaan kepada pasangan  bisa menciptakan suasana bahagia dalam rumah tangga. Sampaikan ucapan penghargaan, seperti “terima kasih” karena itu membuat pasangan Anda senang dan puas atas apa yang sudah dilakukan. 


Bulan Madu Kedua, Mengapa Tidak?

Written By Unknown on Friday, January 25, 2013 | 5:03 AM

SIAPA tak kenal pasangan agung Pangeran William dan Kate Middleton. Pasangan ini selalu menjadi buah bibir, tak terkecuali ketika mereka melakukan muhibah ke Singapura dan Malaysia, September tahun lalu. Kunjungan mereka ke dua negara itu pun tak luput dari perhatian publik.
Namun, di sela-sela perjalanan itu, ada yang luput dari sorotan media. Sebelum berangkat ke Singapura dan Malaysia, mereka Kate dan William ternyata singgah di Tuvalu, sebuah negara kecil di Pasifik Selatan. Mereka menghabiskan beberapa hari di sebuah pulau kecil di negara itu di Pulau Tavanipupu.
Di resor pribadi di pulau itulah keduanya berbulan madu kedua. Ya, bulan madu kedua. Mereka menghabiskan waktu berdua tanpa gangguan orang-orang yang tiap hari mengelilinginya. Di sanalah mereka memadu kasih, sebagai pasangan yang baru menikah. 
 Kobarkan Cinta
Bulan madu memang bukan hanya sekali seumur hidup. Setiap pasangan bisa melakukannya kapan saja. Tentu saja ada tujuan di balik itu. Yakni, mengobarkan kembali perasaan saling cinta yang mungkin telah redup atau mungkin untuk saling memperteguh perasaan saling cinta.
Bulan madu kedua banyak disarankan untuk pasangan yang mulai merasa jenuh dengan hubungan mereka yang mungkin hanya begitu-begitu saja. Ketika pernikahan mulai terasa hambar dan rumah tangga mulai terganggu, bulan madu kedua bisa menjadi solusinya.
Kalangan psikolog banyak yang menyarankan untuk melakukan bulan madu kedua bagi pasangan yang sudah melewati masa pernikahan di atas lima tahun dan sudah mempunyai anak. Tujuannya, mengembalikan situasi seperti awal menikah.
Ada sejumlah manfaat yang bisa dipetik dari bulan madu kedua. Pertama, menyediakan waktu untuk bermesraan. Ini penting bagi pasangan yang super sibuk dan sulit untuk bertemu. Memberikan waktu khusus untuk berduaan bisa menjadi solusi untuk menciptakan hubungan yang sehat dan kuat.
Kedua, meningkatkan kepercayaan. Ketika hubungan mulai renggang dan muncul dugaan-dugaan yang buruk mengenai hubungan suami atau istri, maka, bulan madu kedua bisa menjadi solusinya. Pasangan yang jarang bertemu biasanya sering mempunyai dugaan atau pikiran buruk mengenai pasangannya. Entah itu berselingkuh atau mempunyai orang ketiga. Dalam kondisi ini kepercayaan perlu kembali dibangun.
Ketiga, memperkuat komunikasi. Di rumah, pasangan suami istri kadang sulit berkomunikasi. Itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Antara lain banyaknya pekerjaan dan aktivitas menjadikan komunikasi seringkali terganggu. Dalam suasana berduaan, komunikasi itu akan tumbuh dengan sendirinya dan bukan tidak mungkin muncul saling pengertian.
Keempat, hubungan intim kian intim. Banyak pasangan suami istri jarang berhubungan intim. Ini bisa karena sang suami kurang istirahat atau tidak memiliki hasrat untuk melakukannya. Bisa pula sang istri yang mulai jenuh dengan cara berhubungan intim yang begitu-begitu saja.
Dalam suasana bulan madu kedua, suami dan istri akan semakin terbuka hingga memunculkan hal-hal baru, termasuk dalam hal hubungan intim. Bisa jadi, hubungan intim yang tidak pernah dilakukan sebelumnya akan terjadi saat dalam bulan madu kedua ini. Dan, itu bisa menjadi inspirasi di kemudian hari. ** (dari berbagai sumber)

Harmonisasi Pasangan Beda Agama

Written By Unknown on Tuesday, January 8, 2013 | 4:53 AM



Menyadari perbedaan menjadi kunci utama pasangan beda agama untuk bersama-sama menghadapi tekanan menuju perkawinan harmonis.

CINTA seharusnya menjadi pemersatu dan perekat kuat bagi pasangan suami isteri. Namun hidup memang tidak semudah yang dibayangkan. Di balik cinta ada banyak perbedaan yang terkadang memicu pertengkaran, apalagi bagi pasangan beda agama.

Foto:freegreatpicture.com

Markus dan Ina akhirnya memutuskan untuk bercerai. Pasangan beda agama yang telah memiliki satu putri cantik ini, gagal menjalani berbagai kesepakatan yang sudah dibuat sebelum menikah. “Tidak mudah ternyata menyatukan dua perbedaan, budaya dan keyakinan. Kami akhirnya memilih bercerai. Selalu ada saja perbedaan pandangan, belum lagi campur tangan dari keluarga,” papar Markus.

Dengan mata berkaca-kaca, Ina juga mengakui, memang tidak mudah menjembatani perbedaan, terutama setelah anak pertama mereka lahir. “Selalu muncul masalah baru, mulai dari cara mendidik sampai memilih sekolah. Belum lagi tekanan dari keluarga. Akhirnya kami sepakat bercerai.”

Sesulit itukah problem pernikahan pasangan beda agama hingga harus diikuti kata cerai? Jawabannya sudah pasti sulit! Tapi tentu tidak harus berakhir dengan perceraian. Banyak pasangan yang berhasil menjembatani perbedaan. Sebut saja pasangan selebritas lawas Lydia Kandow dan Djamal Mirdad. Cinta dan perkawinan mereka terbukti langeng dari 1986 hingga sekarang. Bisa dikatakan, mereka berhasil lolos dari ujian diri sendiri dan tekanan keluarga serta masyarakat.   

Dalam berbagai wawancara, Lydia dan Djamal selalu mengatakan, kunci utama adalah: Sabar dan menghormati perbedaan Banyak penelitian menunjukkan, perkawinan beda agama memang berhasil meningkatkan toleransi dan kepribadian masing-masing pasangan. Perbedaan justru membuat wawasan dan kepribadian mereka semakin kaya. 

Prinsip utama yang dianut untuk mencapai harmonisasi perkawinan adalah, menyadari dan memahami adanya perbedaan. Dari sini akan muncul sikap saling menghormati. “Cinta akan membantu setiap pasangan untuk menerima pasangannya sebagaimana adanya. Saya tidak pernah menyesal menikah beda agama. Kebetulan kami berdua berpandangan, perkawinan adalah wilayah pribadi. Pandangan ini ternyata bisa meredam ungkapan tidak setuju dari keluarga dan teman,” papar Lina yang kini memiliki tiga anak dan sejak beberapa tahun memilih hijrah dari Jakarta ke salah satu kota di Sumatera, mengikuti karier suami.

Prinsip hampir serupa juga dianut pasangan Hana dan Bondan. “Sejujurnya perbedaan agama bukan problem utama yang mencuat dalam perkawinan kami. Dalam hal ini saya bersyukur karena memiliki suami yang punya prinsip kuat saat menghadapi tekanan dari luar,” ujar Hana yang sudah mengarungi 15 tahun perkawinan.

Lebih dari itu, Hana dan Bondan juga bersyukur karena perbedaan yang mereka miliki justru memperkaya wawasan dan membuka banyak cakrawala baru, termasuk wawasan anak semata wayang mereka. “Anak saya pernah bertanya, Mama, Papa, kata temanku, kalau aku enggak masuk agama A (menyebutkan salah satu agama) nanti bakal masuk neraka.”

Meski awalnya kaget, Hana dan Bonda akhirnya malah tersenyum lebar. “Tidak semua orangtua punya kesempatan mmenjelaskan pada anaknya bahwa yang menentukan surga dan neraka bukanlah agama dan bukan pula manusia,” ujar Bondan. 

Di akhir perbincangan, Bondan mengutip salah satu kalimat favorit yang dia dapat dari sebuah buku karangan almarhum Nurcholis Madjid, cendekiawan dan  tokoh agama  Islam yang sangat menghargai pluralisme:  “Apabila Tuhan yang bersifat mutlak membiarkan adanya agama-agama lain, maka manusia yang bersifat tidak mutlak jangan memaksakan keyakinannya pada orang lain.”


Tips Harmonis Pasangan Beda Agama

1.       Sadari adanya  perbedaan mendasar yang menyangkut masalah keyakinan. Kesadaran akan adanya perbedaan akan menjadi dasar utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
2.       Kesadaran akan perbedaan juga akan menjadi benteng terkuat saat keluarga kedua belah pihak ikut campur dalam perkawinan Anda. Juga saat mendapat tekanan dari teman, tetangga, dll.
3.       Sepakati dari awal, ke arah mana anak akan dididik dalam hal keagamaan? Ikut ayah, ibu, atau mengenalkan dua agama yang dianut orangtuanya sambil mengenalkan nilai-nilai universal?
4.       Buat kesepakatan dan pemahaman  bahwa yang terpenting anak tumbuh menjadi orang yang baik dan berguna. Letakkan kebahagiaan anak di atas segalanya. Artinya apa pun agama yang nantinya dipilih anak, relakan dengan lapang hati.
5.       Lagi-lagi kesadaran akan adanya perbedaan akan mebentengi pasangan beda agama, saat orang-orang terdekat, teman, tetangga, bertanya, akan ikut agama siapakah anak-anak? Atau saat menghadapi keluarga, tetangga, teman terdekat, yang bukannya tidak mungkin mengatakan langsung  ketidaksukaan mereka terhadap pasangan berbeda agama atau dengan cara Anda mendidik anak, menyangkut agama.
6.       Meski sejak awal kemungkinan munculnya persoalan sudah dibicarakan, bisa dipatikan akan ada persoalan baru yang akan muncul. Selalu bicarakan dengan kepala dingin. Lagi-lagi kesadaran akan perbedaan dan kekuatan cinta bisa menjadi dasar untuk mencapai titik temu.


Keajaiban Sentuhan dan Pelukan

Written By Unknown on Friday, January 4, 2013 | 8:18 AM

Pelukan dan  sentuhan kecil pada pasangan Anda terbukti berperan besar pada kesehatan dan keharmonisan keluarga.

JANGAN pernah ragu memperlihatkan ekspresi lewat pelukan dan sentuhan kecil pada pasangan Anda. Berbagai penelitian menunjukkan, belaian pada rambut, sentuhan mesra di bahu, genggaman tangan, dan pelukan kecil, membuat pasangan Anda bahagia. Tindakan itu memunculkan perasaan positif, saling memiliki yang bisa membantu keharmonisan rumah tangga.

Brian Baker, psikiater dari Universitas Toronto melakukan penelitian tentang pengaruh pelukan dan sentuhan kecil pada pasangan. Hasilnya mengejutkan. Tindakan romantis yang kelihatannya sepele itu ternyata membawa dampak besar.


Emosi Positif
Pelukan dan sentuhan mampu meningkatkan emosi positif pada pasangan. Efek sampingnya, mereka jadi lebih menyayangi dan lebih mudah menyelesaikan konflik. Itu semua memunculkan kenyamanan dan kebahagiaan dalam perkawinan. Penelitian menyebutkan, kebahagiaan perkawinan pada akhirnya berpengaruh pada kesehatan, terutama jantung. “Sebuah pelukan singkat dan 10 menit bergandeng tangan setiap hari dengan pasangan, terbukti efektif mengurangi tekanan stres,”  papar Brian Baker seperti dikutip USA Today.

Pada kesempatan berbeda, Psikolog Karen Grewen, menambahkan saling menyayangi yang diekspresikan dengan pelukan dan sentuhan-sentuhan kecil bersama pasangan, efeknya terasa melindungi sepanjang hari.
Perasaan yang tertinggal bisa meningkatkan mood yang pada akhirnya  memunculkan hormon antistres, memperlambat pernapasan dan denyut jantung. "Sebuah pelukan dari pasangan bisa berbicara langsung kepada tubuh dan jiwa Anda. Itu rasanya seperti Anda merasa dicintai secara khusus," kata Mihalko Baczynski, konsultan pernikahan.


Penelitian yang melibatkan relawan berpasangan kian mendukung penelitian-penelitian sebelumnya. Sejumlah pasangan relawan diminta berpegangan tangan sembari menonton video menyenangkan selama 10 menit, kemudian melakukan pelukan 20 detik.

Sementara itu di ruang berbeda, relawan tanpa pasangan diminta beristirahat dan menonton video yang sama. Hasilnya, relawan tanpa pasangan tekanan darah dan detak jantung meningkat drastis. Sedangkan yang menonton sambil berpegangan tangan dan melakukan pelukan 20 detik, mengalami peningkatan detak jantung dan tekanan darah lebih kecil. 

Ajaibnya,  efek positif hanya bisa terjadi bila pelukan dan sentuhan dilakukan oleh pasangan. Sentuhan dan pelukan dengan teman, meski bisa membantu menyebarkan rasa aman, tapi efeknya tidak sedasyat saat dilakukan dengan pasangan.

Fungsi Anestesi
Apa kaitan pelukan dengan anestesi? Mengapa saat melahirkan perempuan ingin ditunggui suami? Barangkali hasil penelitian ini bisa menjawab. Memegang tangan pasangan yang dicintai bisa berfungsi seperti anestesi, mengurangi rasa sakit dan juga tingkat stres. 

Relawan yang terlibat dalam penelitian ini, diberi rasa sakit seperti panas saat terbakar, dan ketika pasangannya datang memberi dukungan dengan cara memegang tangan dan memeluk, rasa sakit yang dialami ternyata menjadi jauh berkurang.

Penelitian itu menunjukkan, sentuhan dan pelukan terbukti bisa menjadi salah satu terapi penyembuhan, karena kenyamanan yang ditimbulkan membantu melepaskan hormon oksitosin yang bisa mengurangi rasa sakit, depresi, mau pun kecemasan.

Ho ho..ternyata mengekspresikan rasa cinta dengan pelukan dan sentuhan-sentuhan kecil memunculkan banyak dampak positif. Tunggu apalagi? Jangan ragu mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan Anda. Pelukan dan belaian terbukti ampuh membantu menciptakan keharmonisan keluarga. Satu cara sederhana, 100% alami dan tidak memerlukan biaya. 



Manfaat Belaian dan Pelukan
 
1. Penelitian di University of North Carolina menunjukkan bahwa pelukan bisa meningkatkan kadar hormon oksitosin dan menurunkan  tekanan darah, hingga akhirnya berpengaruh baik pada kesehatan jantung. Peningkatan hormon oksitosin akan memicu kepedulian pada pasangan.
 2. The Kinsey Institute for Research in Sex, Gender, and Reproduction mengeluarkan laporan bahwa laki-laki yang sering mencium atau memeluk pasangan mereka rata-rata tiga kali lebih bahagia dibandingkan pria yang jarang melakukan.
3.  Sentuhan dan pelukan dari pasangan terbukti meningkatkan hemoglobin hingga membuat badan lebih segar karena terjadi pula peningkatan kapasitas oksigen di dalam tubuh.
4. Pelukan dan sentuhan-sentuhan kecil juga bisa membantu pola tidur yang sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.
5. Pelukan yang dilakukan lebih dari tiga kali sehari pada pasangan bisa memberikan kestabilan mental.

Aku tak Ingin Cemburu

Written By Unknown on Saturday, December 29, 2012 | 10:39 AM


Cemburu itu wajar. Tapi jika berlebihan bisa merusak hubungan bahkan secara ilmiah bisa memunculkan gangguan kesehatan mata, menurunkan kemampuan pandangan.
Foto: postdivorcechronicles.com
YUNI belakangan sering marah-marah. Ada saja yang membuatnya naik pitam. Entah itu si kecil yang sering merengek, ataupun suaminya yang sering pulang telat. Namun, dari banyak alasan, ada satu yang menjadi pemicu emosinya meledak. Yakni, suaminya yang kadang pulang sore kadang pula pulang larut. 


Memang Yuni tahu, sebagai pemborong, suaminya tidak mempunyai jadwal kerja yang tetap. Namun, belakangan ia tak mau tahu alasannya itu. Setiap suaminya pulang, setiap kali pula cek-cok kecil terjadi.
Rupanya Yuni cemburu karena kini suaminya berpartner dengan seorang perempuan. Perempuan itu juga seorang pemborong yang sama-sama mengerjakan proyek jalan layang denganya.  Yuni curiga jangan-jangan suaminya main gila dengan perempuan pemborong itu. Apalagi, ia sering mendapati mereka pergi berdua.
Yuni sebenarnya tahu, hubungan mereka hanya terbatas pada bisnis. Tak lebih tak kurang, seperti yang sering ditegaskan mereka berdua. Namun, perasaan cemburu itu selalu saja muncul. Mencoba menghilangkan perasaan itu dengan berbagai cara, namun tetap saja dalam hati kecil Yuni ada perasaan jealous.
Jangan-jangan mereka berdua ada apa-apanya. Jangan-jangan mereka melakukan hal yang tidak-tidak kalau sedang berdua. Jangan-jangan mereka saling jatuh cinta. Pantaskah Yuni bersikap seperti itu?
Reaksi ancaman 
Tentu saja, perasaan cemburu sangat manusiawi. Itu bisa terjadi pada siapa saja yang memiliki pasangan. Entah itu suami, istri, atau pacar. Kalangan psikolog percaya bahwa cemburu adalah emosi yang muncul sebagai reaksi terhadap ancaman yang mungkin bisa membuat seseorang kehilangan afeksi dari seseorang yang bernilai penting baginya, dimana afeksi itu diberikan pada orang lain.
Intinya, orang yang cemburu berarti dia sedang merasa ketakutan kehilangan afeksi darinya. Tetapi, tidak perlu khawatir sebab cemburu merupakan hal wajar. Itu tidak lebih merupakan bumbu dari sebuah hubungan.
Cemburu, jika disikapi positif, tentu memiliki efek positif pula. Cemburu menjadi cara efektif untuk mengungkapkan perasaan seseorang terhadap pasangan. Rasa cemburu juga bisa menjadi pertanda bahwa seseorang masih berarti buat pasangannya.
Persoalannya adalah jika cemburu itu berlebihan atau yang disebut dengan cemburu buta. Ini tergolong berbahaya karena bisa berdampa pada fisik. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa istilah cemburu buta bukan mengada-ngada dan itu benar-benar berarti harfiah.
Penelitian itu membuktikan bahwa perempuan yang dilanda cemburu buta bisa mengalami gangguan pada kemampuan pandang mereka. Semakin dia cemburu, semakin menurun pula daya pandang mereka. Itulah juga menjelaskan mengapa orang yang cemburu sering kalap.
Di dalam rumah tangga, perasaan cemburu ini bisa mengganggu keharmonisan antara suami dengan istri. Jika tidak diatasi, cemburu yang tanpa alasan bukan lagi menggoyahkan rumah tangga, tetapi menghancurkannya.  
***

 Tips Menghilangkan Rasa Cemburu
  1. Tanamkan pada diri Anda perasaan untuk tidak cemburu. Sebab, ‘apa yang ada dalam benak akan selalu tertanam’. Tujuannya, menghilangkan emosi negatif pada diri.
  2. Cobalah menyendiri tanpa gangguan orang lain. Pejamkan mata Anda dan mulailah renungkan  kecemburuan itu. Rasakan, dari mana asalnya cemburu itu muncul. Jika Anda tahu sumbernya, maka akan mudah mengatasinya.
  3. Cintai diri sendiri. Jika Anda tidak puas dengan apa yang Anda miliki pada tubuh Anda, maka selamanya Anda akan selalu membanding-bandingkan Anda dengan orang lain. Cemburu bisa bersumber dari hal ini.
  4. Cari apa yang sebetulnya membuat Anda tidak nyaman, apa yang mengancam Anda. Jika Anda menemukan jawabannya, upayakan untuk menyelesaikannya. Lihatlah persoalan dari sudut pandang yang menyenangkan, jangan dari sisi yang menakutkan.
  5. Bersikaplah realistis. Tanyalah diri Anda sendiri, apakah ada orang yang mengancam posisi Anda? Adakah ancaman yang bisa menggoyahkan hubungan Anda? Carilah inspirasi dari situasi ini.
  6. Temukan kelebihan pada diri Anda. Carilah kelebihan apa yang Anda miliki. Jika sudah ketemu, alihkan perhatian Anda pada hal ini, jangan pada hal yang membuat Anda cemburu.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Belajar di Mall - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger